Jumat, 27 Mei 22

Jokowi Jadi Orang Indonesia Pertama Dinobatkan Sebagai Asian of the Year 2019

Jokowi Jadi Orang Indonesia Pertama Dinobatkan Sebagai Asian of the Year 2019
* Presiden Jokowi menampilkan fotonya di halaman depan The Straits Times. (Foto: sumber laman Facebook Presiden Jokowi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh media Singapura, The Straits Times. The Times menyebut Jokowi sebagai sosok pemersatu di tengah disrupsi dan kekacauan yang tengah terjadi di dunia.

Jokowi dipilih karena ketangkasannya menghadapi dan memimpin rumitnya persoalan, baik yang terjadi di dalam maupun luar negeri. Selain itu, Ia dinilai berhasil memperkuat dan mengonsolidasi posisi politiknya, baik di level domestik dengan kemenangan meyakinkan pada Pilpres April lalu.

“Terima kasih. Ini kehormatan bukan untuk saya semata-mata, tapi untuk Indonesia,” kata Jokowi dalam kicauannya di laman Facebooknya, Kamis (5/12/2019).

Asian of the Year yang digagas oleh The Straits Times diberikan setiap akhir tahun kepada tokoh atau institusi yang telah berkontribusi signifikan dan positif terhadap masyarakat, bangsa, dan benua Asia.

Pemimpin redaksi The Straits Times Warren Fernandez, memberikan penjelasan mengapa nama Jokowi dipilih. Menurut Fernandez, presiden asal Solo tersebut telah berkontribusi terhadap Asia dengan cemerlang. Tak hanya karena memenangi periode keduanya.

“Adapun di ASEAN, masih ada banyak ruang bagi Jokowi untuk mengarahkannya lebih jauh jika beliau menggunakan keterampilan politiknya yang piawai dan hubungan baik yang dimilikinya dengan negara lain,” kata Fernandez.

Penghargaan terhadap Jokowi merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan dan perjuangannya yang luar biasa menuju kursi presiden, dan prestasi yang dicapai dalam melayani rakyat Indonesia.

Presiden Jokowi merupakan orang Indonesia pertama yang mendapat penobatan tersebut. Dari skala dunia, nama Jokowi masuk dalam daftar kedelapan.

Nama-nama yang pernah memenangi penghargaan itu di antaranya pendiri sekaligus perdana menteri pertama Singapura Lee Kuan Yew, kemudian Presiden China Xi Jinping, dan PM India Narendra Modi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.