Selasa, 26 Oktober 21

Jokowi Ancam Polisikan Ditributor Pupuk dan Benih yang Suka Spekulasi

Jokowi Ancam Polisikan Ditributor Pupuk dan Benih yang Suka Spekulasi

Ngawi, Obsessionnews – Presiden Jokowi siap mengambil tindakan tegas terhadap para distributor pupuk dan benih yang suka main spekulasi. Presiden tidak akan segan melaporkan mereka kepada polisi bila memang ada yang kedapatan. Tidak ada peringatan lagi akan tetapi langsung diproses hukum.

“Kalau ada yang main dengan petani kalau itu distributor saya akan minta pa Kapolda ambill itu orang,” ujar Jokowi saat mengunjungi Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi Jawa Timur, Sabtu (31/1/2015).

Belum lama ini kata presiden sudah ada dua orang yang ditangkap oleh pihak kepolisian. Jokowi meminta supaya distribusi pupuk dan benih harus sampai ke tangan petani, jangan sampai ada yang terlambat sehingga bisa mengganggu produksi beras.

“Karena tidak mau lagi kita yang namanya impor beras, impor gula, impor kedelai. Sawah kita, kebun kita banyak sekali,” kata Jokowi.

Jokowi melanjutkan salah satu problem mengapa produksi beras di Indonesia menurun, karena distribusi pupuk dan benih tidak tepat pada waktunya. Terkadang setelah panen baru pupuk dan benih yang dipesan baru sampai ke tangan petani.

“Ini urusan besar, negara Indonesia harus swasembada pangan, kita juga harus berdulat pangan, itu targetnya,” tutur Kepala Negara.

Mengantisipasi hal itu presiden menginstruksikan supaya sistem lelang dalam pengadaan pupuk dan benih supaya dihilangkan, diganti dengan sistem penunjukan langsung. Dengan begitu petani bisa langsung memanfaatkan pupuk dan benih untuk keperluan pertanian mereka.

“Ini yg disampaikan Menteri Pertanian(Amran Sulaiman) sekarang khusus untuk petani tidak lelang agar cepat. Tp ini di test, terlambat gak,” ujarnya.

Saat mengunjungi Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi Jawa Timur presiden menyerahkan bantuan berupa 850 unit Hand Tractor dan 337 unit Pompa Air kepada perwakilan kelompok tani.

“Tujuan kita target kita 3 tahun sudah harus swasewbada beras, perkiraan saya 2 tahun sudah bisa. Kita berikan itu tidak cuma-cuma supaya produksinya harus naik, bukan turun,” tegas presiden. (Has)

Related posts