Rabu, 8 April 20

JK Sebut Ada Pengusaha Suka Obral Janji Bantu Tangani Bencana

JK Sebut Ada Pengusaha Suka Obral Janji Bantu Tangani Bencana
* Wakil Presiden Jusuf Kalla, (Foto; Setkab)

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak bisa menyembunyikan kekesalannya saat mengetahui banyak rumah yang dijanjikan pihak swasta untuk korban bencana yang ada di Palu dan Nusa Tenggara Barat belum dibangun. JK menyebut ada pengusaha yang suka obral janji tanpa eksekusi bantuan.

“Ada tokoh pengusaha yang sudah mendapat bintang (penghargaan) ke mana-mana karena si hebat menggema (akan membantu daerah bencana). Sudah janji kiri kanan (tapi) tidak ada realisasinya,” ungkap Jusuf Kalla kesal di Kantor Wakil Presiden, Rabu (28/8/2019).

Misalnya, JK mengungkapkan ketika bencana di Palu, pengusaha itu janji membangun 1.500 rumah, namun kenyataannya hanya 100 rumah yang terealisasi. Pengusaha itu, juga mengobral janji memberikan bantuan di NTB hingga dielu-elukan masyarakat.

Pada awal bencana, ia mengatakan akan menyumbang rumah dan disambut suka cita, tetapi tidak ada buktinya hingga hari ini. “Di NTB, awalnya mau mengajukan rumah, mengajukan apapun (bantuan), disambut Gubernur, Panglima TNI, aduh itu bohong semuanya. Jadi jangan percaya orang yang suka usaha-usaha begitu, merasa hebat tetapi tidak ada buktinya,” keluh JK.

Karena sudah merasa dijanjikan diberikan bantuan, Gubernur Sulawesi Tengah dan Gubernur NTB pun menagih realisasi bantuan namun tidak ada realisasinya. Bahkan janji mau perbaiki desa pun, menurut JK, hasilnya nol besar tanpa ada realisasi.

Sebagai koordinator dari penanganan bencana JK sudah disurati secara resmi oleh kedua Gubernur dari wilayah yang terdampak bencana. Kedua Gubernur tersebut curhat dalam surat mereka kepada wapres terkait bantuan yang tidak terealisasi.

Lebih lanjut, JK pun mengaku tidak habis pikir, mengapa pengusaha yang suka janji kiri kanan seperti itu langsung diberikan bintang penghargaan mahaputra. Padaha kenyataannya tidak ada yang diberikan.

Jusuf Kalla pun menilai pemberian bintang penghargaan tersebut harus dievaluasi lagi. “Harusnya dievaluasi kembali (pemberian bintang mahaputra-nya), bisa ditarik lagi itu bintang (penghargaan). Ini harus dievaluasi untuk pemberian bintang (penghargaan) ke depannya, tidak bisa sembarang orang itu,” tutur JK.

Saat ditanyakan namanya, JK enggan menyebutkan namanya langsung. Namun, menurutnya, semua orang tentu tau siapa yang dimaksud karena pemberitaannya ketika itu pun besar dan ada fotonya dimana mana.

JK yang juga sebagai ketua Palang Merah Indonesia (PMI) rupanya sempat ditawari bantuan untuk organisasinya terkait penanganan bencana. Namun, ia mengaku beruntung tidak mengajukan bantuan.

“Sudah setahun apa-apa tidak ada satu sen pun yang (diberi), padahal berbunga-berbunga semua orang di sana (lokasi bencana), tempat lain juga begitu, PMI juga kena, untung saya tidak minta apa-apa,” pungkas JK. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.