Kamis, 6 Agustus 20

JK: Jokowi Bersih dari Nepotisme

JK: Jokowi Bersih dari Nepotisme
* Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres (Foto IG Jokowi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Saat acara temu alumni pejabat eselon satu dan dua yang pernah menjalani pendidikan di Lembaga Adminsitrasi Negara (LAN), salah satu peserta ada yang bertanya kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tentang perbedaan model kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan yang lain.

Secara spontan JK mengatakan, salah satu kelebihan dari kepemimpinan Jokowi adalah dia sosok orang yang dinilai bersih dari korupsi dan nepotisme. Terutama tidak melibatkan posisinya untuk kepentingan keluarga.

 

Baca juga:

Elektabilitas Jokowi Ungguli Prabowo Dua Digit

Buku ‘Satu Malam di Baitullah Bersama H Joko Widodo’ Diluncurkan

Obsesion Awards 2019 Rencananya Dihadiri Presiden Jokowi

 

“Nepotisme juga saya kira tidak. Saya yakin, karena anak beliau yang paling tua bisnisnya katering dan martabak. Juga yang kedua jual pisang goreng. Jadi nggak ada hubungannya dengan pemerintah,” kata JK di Kantor LAN, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

Tidak hanya itu, demi memastikan para anak buahnya bisa bekerja dengan baik, JK mengatakan Jokowi kerap mengadakan rapat. Bahkan dalam setahun ada 200 rapat dengan Jokowi.

“Pak Jokowi ini pas, karena dia apa saja masalah di kabinet kita rapatkan, sehingga setahun rapat lebih dari 200 kali, beliau selalu ingin mendapat pandangan dari sekjen dan kementerian,” sebutnya.

JK sendiri tidak menyebutkan siapa pemimpin yang paling baik. Dia menyinggung soal Soeharto yang gaya kepemimpinannya mirip dengan gaya pemimpin di negara Asia Tenggara lainnya pada saat itu.

“Pemimpin itu sesuai zaman. Pak Harto bisa 33 tahun mula-mula sangat demokratis. Partai ada, pemilu berjalan dengan baik, tapi setelah kepentingan-kepentingan yang berbeda dari masyarakat, monopolistik, ada yang banyak terjadi nepotisme, ada karena proyek-proyek maka terjadi krisis,” tutur JK.

“Maka Pak Harto, jadi dalam kondisi seperti itu Pak Harto lebih otoriter. Tapi memang tiga pemimpin di ASEAN hampir sama. Pak Harto, Mahathir, Lee Kuan Yew, dan juga Marcos di Filipina,” sambungnya.

JK lalu menyinggung kepemimpinan SBY yang sangat terbuka. Dia mengatakan masa pemerintahan SBY demokratis.

“Pak SBY sangat demokratis karena dialah yang dari TNI, melaksanakan demokrasi, ide-ide seperti itu, sehingga dwi fungsi dihilangkan,” ucapnya.

JK tidak menyimpulkan siapa pemimpin yang paling baik. Menurutnya, semua presiden punya kekuatan dan kelemahan masing-masing. Tinggal apapapun bisa memberikan penilaian tersendiri.

“Jadi kesimpulan semua presiden punya kekuatan dan kelemahan,” tutur JK. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.