Selasa, 26 Oktober 21

Jika Langgar Kontrak, Kemenag Beri Sanksi Penyedia Katering Jemaah Haji

Jika Langgar Kontrak, Kemenag Beri Sanksi Penyedia Katering Jemaah Haji
* Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Sri Ilham Lubis mengadakan pertemuan dengan 36 penyedia layanan katering di Al Aseel Plaza Hotels, Aziziah, Makkah, Sabtu (28/7/2018) malam waktu Saudi. (Foto: Kemenag)

Makkah — Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. Salah satu yang utama adalah terkait katering yang dinikmati sedikitnya 204 ribu jemaah. Menyadari hal tersebut Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah menggelar pertemuan dengan 36 penyedia layanan katering di Al Aseel Plaza Hotels, Aziziah, Makkah, Sabtu (28/7/2018) malam waktu Saudi.

Ditemui usai pertemuan, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sri Ilham Lubis mengatakan, pertemuan ini bertujuan menjelaskan kembali kontrak kerja sama yang telah disepakati.

“Selain itu kami ingin mengingatkan komitmen mereka mematuhi kontrak,” tandas Sri yang didampingi Kadaker Makkah Endang Jumali seperti dikutip Obsessionnews.com dari website Kemenag,  Sabtu (29/7).

Jika melanggar kontrak yang telah disepakati, tambahnya, maka Kemenag tidak akan segan melayangkan sanksi.

“Sanksi teguran mulai lisan, tertulis, hingga pengurangan jumlah layanan,” tegas Sri. “Apabila tetap melanggar kontrak, kita akan blacklist, tidak kita pakai tahun depan,” sambungnya.

Namun di sisi lain, Sri juga mengaku pihaknya dengan tangan terbuka menerima keluhan yang disampaikan penyedia layanan katering.

“Misalnya bahan baku dari Indonesia sulit didapat, sementara mereka telah berusaha maksimal, ya tentu kita maklumi,” tegasnya.

Selama di Makkah jemaah akan mendapat makan siang dan makan malam selama 20 hari. Sementara selama proses Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) akan mendapatkan 16 kali makan, dengan rincian 15 kali makan dan sekali snack berat selama 5 hari terhitung tanggal 8 – 12 Dzulhijjah. (Kemenag/arh)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.