Jumat, 3 Februari 23

Jerman Tersingkir di Piala Dunia 2022 Akibat Dukung LGBT

Jerman Tersingkir di Piala Dunia 2022 Akibat Dukung LGBT
* Timnas Jerman di Piala Dunia 2022. (Getty/Goal)

Timnas Jerman akhirnya tersingkir dari Piala Dunia 2022. Sebelumnya Jerman membela dan mendukung LGBT, dan  bahkan protes terhadap larangan FIFA pada ban kapten OneLove sebagai tanda dukungan terhadap LGBT.

Mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger yakin kegagalan Jerman di Piala Dunia disebabkan oleh “gimik politik” tim di turnamen tersebut dalam membela LGBT.. Wenger mengatakan bahwa ‘gimik politik’ jadi kegagalan mereka di Qatar

Sebelumnya para pemain Jerman menutupi mulut mereka di foto pertandingan sebelum Der Panzer kalah 1–2 dari Jepang dalam pertandingan pembuka mereka di Piala Dunia 2022 sebagai protes terhadap larangan FIFA pada ban kapten OneLove, yang mereka, bersama dengan beberapa negara lain, rencanakan untuk dipakai selama turnamen di Qatar.

“Anda tahu ketika Anda pergi ke Piala Dunia, Anda tahu tidak bisa kalah di pertandingan pertama. Tim-tim yang memiliki pengalaman tampil di turnamen seperti Prancis dan Inggris bermain bagus di pertandingan pertama,” ujar mantan bos Arsenal Arsene Wenger, yang merupakan kepala pengembangan sepak bola global FIFA, ketika ditanya tentang tersingkirnya Jerman lebih awal di Kelompok Studi Teknis Piala Dunia.

“Tim-tim yang sudah siap mental, dengan pola pikir fokus pada kompetisi, bukan gimik politik.”

Jerman tersingkir di fase grup setelah hanya mampu mengumpulkan empat poin, dengan mereka kalah dari Jepang, imbang dengan Spanyol dan mengalahkan Kosta Rika di laga terakhir. Jepang lolos sebagai juara grup sementara Spanyol finis sebagai runner-up.

Der Panzer harus segera bangkit setelah kegagalan terbaru mereka karena tekanan akan terus ada pada tim untuk tampil baik di Euro 2024, dengan mereka akan bertindak sebagai tuan rumah. (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.