Senin, 27 September 21

Jembatan Gantung Kian Rai Ikun Permudah Akses Warga

Jembatan Gantung Kian Rai Ikun Permudah Akses Warga
* Jembatan gantung Kian Rai Ikun di Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Kementerian PUPR)

Belu, Obsessionnews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus aktif membangun jembatan gantung guna mempermudah akses antar desa dan mendukung kegiatan harian warga desa.

Program pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI.

“Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian PUPR.

Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan X Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT Ditjen Bina Marga juga telah menyelesaikan pembangunan jembatan gantung bernama Kian Rai Ikun yang melintasi sungai Talau.

Jembatan gantung yang terletak di Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut yang menghubungkan Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur dengan Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat dengan anggaran sebesar RP 3,2 miliar dari APBN Tahun 2018.

Jembatan gantung Kian Rai Ikun yang memiliki bentang panjang 84 meter mulai beroperasi setelah diresmikan pada 10 April 2019 lalu. Jembatan gantung ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Adapun daya tampung jembatan tersebut maksimal sebanyak 40 orang.

“Ini contoh infrastruktur kerakyatan berupa jembatan  gantung.  Banyak yang mengatakan jembatan ini untuk menggantikan Jembatan Indiana Jones,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, saat meninjau Jembatan Gantung Kian Rai Ikun, Sabtu (19/5/2019).

Indiana Jones merupakan judul film populer yang diperankan oleh Harrison Ford.

“Jembatan ini dapat membantu masyarakat. Ketika musim hujan, air meninggi sehingga menyulitkan untuk anak sekolah lewat,” ujar Endra.

Endra mengatakan, sebelum jembatan gantung itu dibangun, anak sekolah harus memutar dengan jarak tujuh kilometer untuk bisa menyeberang. Kondisi senantiasa sulit ketika musim hujan tiba, sungai meluap dan anak-anak mesti menunggu air surut terlebih dahulu baru bisa menyeberang.

Marin Aplungi, warga yang tinggal di Desa Tialai, mengatakan, sebelum dibangunnya jembatan ini, harus berjalan memutar sejauh 7 Km jika  ingin ke rumah saudaranya di seberang. ”Dengan adanya jembatan ini, kami bersyukur sekali bisa kerumah saudara dengan cepat,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Juan yang masih duduk dibangku SMP. “Jika ingin berangkat ke sekolah harus berjalan kaki sejauh 7 Km. Terlebih saat musim hujan, air tinggi dan harus menunggu sampai surut untuk bisa menyeberang,” tandasnya … (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.