Selasa, 24 September 19

Jawaban Habibie Diisukan Mundur dari Soeharto : “Saya Bukan Pengecut”

Jawaban Habibie Diisukan Mundur dari Soeharto : “Saya Bukan Pengecut”
* Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie.

Jakarta, Obsessionnews.com – Memanasnya suhu politik pasca-Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 dan kerusuhan bernuansa rasial pada 13-15 Mei 1998, tidak terlepas dari isu mundurnya Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Menteri Keuangan Fuad Bawazier lah yang pertama kali mengonfirmasi kabar mengejutkan yang dia dapat kepada Habibie

Mendapat pertanyaan itu, Habibie langsung menjawab. “Isu tersebut tidak benar. Presiden yang sedang menghadapi permasalahan multikompleks tidak mungkin saya tinggalkan. Saya bukan pengecut,” demikian jawaban Habibie kepada Fuad Bawazier, seperti dikutip Obsessionnews.com dari situs Kompas.com, Minggu (20/5/2018).

Saat itu, kondisi politik dan ekonomi memang tidak menguntungkan Soeharto. Para mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menguasai gedung DPR/MPR sejak 18 Mei 1998. Mereka menuntut dilaksanakannya Sidang Istimewa MPR dengan agenda pencopotan Soeharto. Seiring tuntutan reformasi yang semakin besar, Soeharto berupaya menyelamatkan diri dengan melakukan perombakan kabinet atau Komite Reformasi. 

Namun upaya itu tidak mampu menyelamatkan Sorharto. Sebanyak 14 menteri di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Ginandjar Kartasasmita menolak masuk ke dalam Komite Reformasi atau Kabinet Reformasi hasil reshuffle.

Penolakan 14 menteri ini bermula pada pukul 14.30 WIB. Empat belas menteri bidang Ekuin itu mengadakan pertemuan di Gedung Bappenas. Hanya dua menteri yang tidak hadir, yaitu Menteri Keuangan Fuad Bawazier dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Muhammad Hasan alias Bob Hasan.

Ke-14 menteri yang menandatangani, sebut saja Deklarasi Bappenas itu, secara berurutan adalah Akbar Tandjung, AM Hendropriyono, Ginandjar Kartasasmita, Giri Suseno Hadihardjono, Haryanto Dhanutirto, Justika S Baharsjah.

Kemudian, Kuntoro Mangkusubroto, Rachmadi Bambang Sumadhijo, Rahardi Ramelan, Subiakto Tjakrawerdaya, Sanyoto Sastrowardoyo, Sumahadi MBA, Theo L Sambuaga, dan Tanri Abeng.

Penolakan ini menambah kekecewaan Presiden Soeharto. Sebab, sebelumnya Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Abdul Latief telah mengirimkan surat permintaan pengunduran diri dari Kabinet Pembangunan VII. Surat itu sendiri belum dijawab Soeharto hingga detik-detik akhir dia menjabat presiden.

Wapres BJ Habibie pada sore itu, mendapat laporan mengenai rencana penolakan 14 menteri untuk masuk Kabinet Reformasi dari Ginandjar Kartasasmita. Respons Habibie saat itu, “Apakah Anda sudah bicarakan dengan Bapak Presiden?”

Ketika itu Ginandjar mengaku belum membicarakannya dengan Soeharto. Namun, mereka sudah melaporkannya secara tertulis dan menyerahkannya kepada Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut, anak sulung Soeharto yang juga menjabat Menteri Sosial.

Kepada Habibie, Ginandjar mengatakan bahwa 14 menteri ini hanya tidak mau bergabung Komite Reformasi atau Kabinet Reformasi hasil reshuffle. Namun, mereka masih melaksanakan tugas sebagai menteri hingga Kabinet Pembangunan VII dibubarkan.

Laporan tertulis 14 menteri itu baru diterima Soeharto sekitar pukul 20.00 WIB. Soeharto menerimanya dari tangan ajudan, Kolonel Sumardjono. Saat menerima surat itu, Soeharto langsung masuk ke kamar di kediamannya, Jalan Cendana Nomor 8, Jakarta Pusat. 

Soeharto digambarkan begitu kecewa saat membaca surat itu. Ia merasa ditinggalkan, karena dari 14 nama menteri itu, ada juga orang-orang dekatnya, termasuk mereka yang dianggap telah ‘diselamatkan’ Soeharto”.

Surat itu juga membuat Soeharto semakin terpukul, karena dalam alinea pertama tertulis bahwa 14 menteri itu tidak hanya menolak masuk Kabinet Reformasi. Mereka bahkan secara implisit meminta Soeharto untuk mundur.

Rencana Soeharto untuk membuat Kabinet Reformasi pun pupus. Dia merasa tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh. Malam itu, Soeharto pun meyakinkan diri untuk mundur esok harinya, 21 Mei 1998. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.