Selasa, 22 Oktober 19

Janji Bamsoet untuk Golkar

Janji Bamsoet untuk Golkar
* Deklarasi calon ketua umum Golkar. (Foto: Albar/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Bambang Seosatyo atau Bamsoet siap menjadi pesaing incumbent, Airlangga Hartarto untuk maju sebagai calon ketua umum Golkar pada Munas Desember 2019. Bamsoet mantap maju karena merasa partai ini sangat demokratis sehingga setiap kader berhak untuk maju mencalonkan diri.

Namun lebih dari itu, Bamsoet menyatakan ada misi perubahan yang ingin dibawa dalam pencalonannya sebagai ketua Golkar. Ia menyoroti Golkar saat memiliki banyak problem dan tantangan. Namun, sayangnya problem itu tidak sikapi dengan adanya solusi yang solutif. Akibatnya tidak bisa menjadi partai yang berkembang.

“Kita liat pasca pemilu 2019 suara Golkar menurun bahkan kalah dengan Partai Gerindra. Ini kenapa? Karena kita tidak mampu mengelola semua potensi organisiasi sehingga menjadi kekuatan besar Partai Golkar. Kita cenderung abai menyikapi persoalan,” ujar Bamsoet di Hotel Sultan, Kamis (18/7/2019).

Munurut Bamsoet, potensi Partai Golkar itu ada di sejumlah organisasi sayapnya. Ia melihat ormas yang berafiliasi dengan Golkar seperti, MKGR, Kosgoro 57 dan Soksi kini tidak diurus dan diperhatikan. Mereka cenderung berjalan sendiri-sendiri. Padahal ketiga ormas itu adalah bagian dari pendiri Golkar.

“Mereka ini terpecah dan berjalan sendiri-sendiiri karena tidak diperhatikan. Padahal mereka adalah potensi kita di akar rumput. Ini yang saya liat dari kekurangan Golkar saat ini,” jelasnya.

Bukan hanya itu banyak juga ormas-ormas lain kata Bamsoet yang juga masih menjadi bagian dari pendukung Golkar, yakni AMPI, AMPG, FKPPI, Pemuda Pancasila, dan Satkar Ulama Partai Golkar. Namun sayang kata Bamsoet, ormas-ormas ini lagi-lagi tidak tersentuh dan diperhatikan oleh pengurus saat ini.

“Saya wajib menyatukan organisasi-organisasi ini untuk menjadi kekuatan besar Partai Golkar,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Ketua DPR ini juga menyoroti perlunya anak muda untuk masuk dalam jajaran pengurus Golkar. Menurut Bamsoet, Golkar harus bisa memberikan wadah sebesar-besarnya bagi kelompok milenial. Ini perlu dilakukan mengingat dalam Pemilu 2019 kelompok milenial yang memilih Golkar tidak mencapai 5%.

“Kalau Golkar ingin maju, harus bisa menempatkan anak-anak muda menjadi bagian dari Partai Golkar. Ingat bahwa pemilih dari kalangan milenial ini cukup besar. Tapi sayang peluang itu tidak kita garap dan kita maksimalkan. Kelompok muda ini tidak memilih Golkar karena mereka menganggap kita partai tua,” jelasnya.

Sebab itu, ke depan kata Bamsoet, perlu ada Rebranding menjadikan Golkar sebagai partai yang gaul, modern, dengan merangkul anak muda. “Jadi kegiatan Golkar harus masuk pada kalangan anak-anak muda. Kalau tidak mereka akan kabur ke partai-partai lain. Pemilih muda pada Pemilu 2019 ada 42 juta dan diperkirakan 2024 akan naik dua kali lipat,” tandasnya. Bamsoet juga janji menjadikan partai ini demokratis, modern dan terbuka. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.