Senin, 27 September 21

Jamur Pemakan Plastik Bisa Atasi Masalah Sampah

Jamur Pemakan Plastik Bisa Atasi Masalah Sampah
* Samantha Jenkins. (BBC)

Secara tidak sengaja seorang peneliti menemukan jamur ‘pemakan plastik’ dan bakteri E-coli. Apakah ini bisa menjadi solusi krisis sampah global?

Samantha Jenkins tengah mengkaji sejumlah jenis jamur dalam sebuah proyek penelitian di perusahaannya, ketika ia melihat ada jamur yang berusaha membebaskan diri.

“Bayangkan, sebuah botol yang penuh biji-bijian dengan semacam gumpalan jamur keluar dari bagian atasnya,” kata kepala insiyur biotek untuk perusahaan bio-manufaktur, Biohm.

“Ini tidak terlihat menarik atau memikat. Tapi begitu dibuka, itu sangat, sangat keren.”

Jamur itu telah memakan plastik spons yang membungkusnya, lalu menghancurkannya dan mengasimilasinya seperti makanan lainnya.

Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengevaluasi sejumlah galur jamur untuk digunakan dalam panel tertutup berbasis organisme hidup.

Tetapi jamur yang melahap plastik telah membawa proyek ini ke arah lain.

Biohm saat ini sedang mengembangkan galur jamur, membuatnya lebih efisien sebagai pengurai.

Pengembangan jamur ini juga bisa berpotensi membantu mengurai sampah plastik.

Bukan rahasia, sampah plastik sekali pakai merupakan persoalan besar: pada 2015, menurut Greenpeace, seluruh dunia menghasilkan 6,3 miliar ton plastik, dengan hanya 9% yang bisa didaur ulang. Sisanya dibakar dalam insinerator atau dibuang begitu saja.

Dalam perkembangannya, sebanyak 40% plastik kemasan saat ini sudah bisa didaur ulang di Uni Eropa, dan targetnya ditingkatkan hingga 50% pada 2025.

Tapi sejumlah jenis plastik, seperti PET (polyethylene terephthalate) yang secara luas digunakan untuk kemasan botol minuman, sulit untuk didaur ulang dengan cara tradisional.

Jadi mungkinkah teknik biologi ini adalah solusinya?
Bukan rahasia, sampah plastik sekali pakai merupakan persoalan besar: pada 2015, menurut Greenpeace, seluruh dunia menghasilkan 6,3 miliar ton plastik, dengan hanya 9% yang bisa didaur ulang. Sisanya dibakar dalam insinerator atau dibuang begitu saja.

Dalam perkembangannya, sebanyak 40% plastik kemasan saat ini sudah bisa didaur ulang di Uni Eropa, dan targetnya ditingkatkan hingga 50% pada 2025.

Tapi sejumlah jenis plastik, seperti PET (polyethylene terephthalate) yang secara luas digunakan untuk kemasan botol minuman, sulit untuk didaur ulang dengan cara tradisional.

Jadi mungkinkah teknik biologi ini adalah solusinya?

Jenkins menguji jamurnya pada plastik jenis PET dan polyurethane.

“Anda masukan plastik, maka jamurnya akan memakan plastiknya. Jamur itu kemudian berkembang biak, lalu dari situ Anda bisa membuat biomaterial (materi alamiah)… untuk makanan atau persediaan pakan hewan atau antibiotik.”

Pengujian yang lain juga mengalami beberapa keberhasilan.

Para ilmuan dari Universitas Edinburgh baru-baru ini menggunakan bakteri E. coli versi rekayasa-laboratorium untuk mengubah asam tereftalat (salah satu bahan pembuat PET), menjadi vanilin penyedap rasa makanan. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.