Jumat, 13 Desember 19

Jaksa Agung Bersikeras Adili Perdana Menteri Netanyahu

Jaksa Agung Bersikeras Adili Perdana Menteri Netanyahu
* Netanyahu dan Jaksa Agung Israel, Avichai Mandelblit. (ParsToday)

Jaksa Agung Israel, Avichai Mandelblit menginformasikan kepada ketua Knesset bahwa proses peradilan Benjamin Netanyahu, perdana menteri rezim Israel telah disusun dan Jaksa Agung segera diadili di pengadilan wilayah Baitul Maqdis.

Koran Jerusalem Post, Avichai Mandelblit hari Senin (2/12), dalam suratnya kepada Yuli Edelstein, ketua Knesset menginformasikan bahwa proses peradilan Netanyahu telah menjadi agenda dan ia dalam waktu dekat akan diadili di pengadilan wilayah Baitul Maqdis.

Mandelblit juga menginformasikan kepada Edelstein bahwa tenggat waktu 30 hari Netanyahu untuk mengambil keputusan terkait pemanfaatan keputusan parlemen atau pembatalannya akan dimulai sejak hari Senin.

Dua pekan lalu, Avichai Mandelblit secara resmi mendakwa Netanyahu dengan kasus penipuan, penyuapan dan pengkhianatan.

Netanyahu kini memiliki waktu 30 hari untuk meminta kekebalan hukum kepada parlemen di mana ia tidak akan menjalani pengadilan pidana. PM Israel tersebut selama beberapa bulan terakhir dililit empat kasus korupsi.

Netanyahu bukan pejabat Israel pertama yang menghadapi penyidikan dan introgasi pidana. Praktek korupsi dan skandal seksual marak di antara para pejabat rezim Zionis.

Pada 25 November lalu, Jaksa Agung Israel Avichai Mandelblit menyatakan, Netanyahu dapat tetap menjadi PM sementara, hanya beberapa hari setelah munculnya tuduhan penipuan, pelanggaran kepercayaan dan penyuapan.

Namun setelah dakwaan tersebut, Netanyahu menghadapi seruan dari lawan-lawan politiknya untuk mundur. Pernyataan Mandelblit membenarkan apa yang telah menjadi kesepakatan hukum bahwa seorang perdana menteri yang menjadi terdakwa mungkin tetap menjabat sementara menghadapi tuntutan pidana.
Hukum Israel mengharuskan pejabat-pejabat publik lainnya, termasuk menteri kabinet, untuk mengundurkan diri jika dituduh melakukan kejahatan.
Netanyahu, perdana menteri terlama Israel, menyangkal tuduhan itu dan menyebutnya sebagai “percobaan kudeta.” Ia juga menolak untuk mengundurkan diri.

Dakwaan tersebut muncul pada saat yang sulit setelah kegagalan Netanyahu dan saingannya, kepala militer Benny Gantz, meraih suara mayoritas di parlemen dan membentuk pemerintahan baru.

Jika hingga 11 Desember nanti pemerintah belum juga terbentuk maka Israel terpaksa melangsungkan pemilihan umum untuk ketiga kalinya dalam periode 12 bulan.

Sebelumnya, Sara Netanyahu, istri PM Benjamin Netanyahu, telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan suaminya dalam penyelidikan dugaan korupsi.

Dilaporkan Jewish Telegraphic Agency, 1 September 2018, pada Kamis 30 Agustus, seorang wakil polisi di Pengadilan Distrik Tel Aviv menegaskan bahwa Sara Netanyahu adalah tersangka dalam kasus yang dikenal sebagai Kasus 4000. Sementara suaminya Benjamin Netanyahu ditetapkan tersangka enam bulan lalu.

Penyelidikan ini melibatkan kecurigaan bahwa perdana menteri mengedepankan peraturan yang menguntungkan Shaul Elovitch, pemegang saham terbesar raksasa telekomunikasi Bezeq, dalam pertukaran untuk liputan positif dari situs berita Walla milik Bezeq. Namun ternyata Netanyahu bukan hanya terjerat satu dugaan korupsi dan berikut kasus korupsi yang menjerat Netanyahu dan orang-orang terdekatnya. (ParsToday/VOA/Tmp)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.