Rabu, 28 Oktober 20

Jadi Tujuan Wisatawan Asing, Waspadai Peredaran Narkoba di NTT

Jadi Tujuan Wisatawan Asing, Waspadai Peredaran Narkoba di NTT
* Pencanangan Kelurahan Bersih Narkoba se-Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), di Aula Hotel Phoenix, Kota Kupang, Rabu (30/10/2019). Disaksikan langsung Kepala BNN Heru Winarko dan Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man kegiatan ini diikuti oleh 6 camat, 51 lurah dan 30 orang relawan anti narkoba se-Kota Kupang. (Foto: BNN)

Jakarta,    Obsessionnews.com –  Situs perjalanan Lonely Planet menyematkan predikat pertama kepada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu tujuan wisata dengan harga paling terjangkau di dunia. Sebagai salah satu situs perjalanan tersohor, predikat ini berpengaruh terhapap daya tarik wisatawan asing untuk berkunjung ke NTT.

Hal ini akan berdampak pada tingginya jumlah wisatawan asing yang akan berkunjung ke Indonesia. Tentu ini menguntungkan bagi dunia pariwisata Indonesia.

Namun di sisi lain ada hal negatif yang perlu diwaspadai, yakni meningkatnya  risiko penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia.

Mengantisipasi hal tersebut Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat sistem Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di NTT dengan melakukan kunjungan kerja ke beberapa stakeholder terkait.

Hal lain yang dilakukan adalah dengan melakukan pencanangan Kelurahan Bersih Narkoba se-Kota Kupang di Aula Hotel Phoenix, Kota Kupang, Rabu (30/10/2019). Disaksikan langsung Kepala BNN Heru Winarko dan Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man kegiatan ini diikuti oleh 6 camat, 51 lurah dan 30 orang relawan anti narkoba se-Kota Kupang.

Dalam sambutannya Heru menyampaikan, peran relawan sangat penting dalam membantu BNN mengatasi permasalahan narkoba hingga ke pelosok daerah. Ia berharap keberadaan relawan anti narkoba yang telah dibentuk menjadi ujung tombak BNN dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Apabila ditemukan pengguna narkoba agar segera berkoordinasi dengan BNN atau pihak kepolisian untuk kepentingan penanganan lebih lanjut,” ujar Heru.

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Rabu, dalam kesempatan itu Heru juga menyinggung sedikit tentang upaya rehabilitasi yang perlu dilakukan dalam menekan angka permintaan narkoba di Indonesia. Menurutnya, upaya rehabilitasi sangat penting dalam menekan jumlah permintaan narkoba yang masuk ke Indonesia.

“Kami berharap unsur terkait di semua kelurahan di NTT ikut mengantisipasi adanya peredaran gelap narkoba ini, sehingga NTT tidak menjadi sasaran peredaran narkoba,” tegasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.