Sabtu, 26 September 20

Jabat Wakil Komite Penanganan Covid-19, Ini Profil KSAD Jenderal Andika Perkasa

Jabat Wakil Komite Penanganan Covid-19, Ini Profil KSAD Jenderal Andika Perkasa
* Jenderal Andika Perkasa. (Foto: NKRI.com)

Jakarta, Obsessionnews.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatatakan penunjukan Andika merupakan keputusan Presiden Jokowi yang menganggap bahwa penanganan virus corona di Indonesia membutuhkan kehadiran TNI. Menurut Erick, Andika akan membantu mengkoordinasikan praktik kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan secara lebih intens, luas, dan masif.

“KSAD jadi Wakil Ketua Komite Pelaksana,” kata Erick usai pertemuan dengan Andika di Mabes TNI AD, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2020).

Ia menerangkan, kunci dalam memerangi pandemi ini adalah menjaga kepatuhan, ketaatan, dan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi.

“Saya sangat menghargai dan mendukung keinginan masyarakat kembali beraktifitas, namun dengan masih tingginya penyebaran virus Covid-19, maka intensitas sosialisasi kepada masyarakat untuk menerapkan prinsip 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) selama pandemi harus terus ditingkatkan,” paparnya lebih jauh.

Erick menyebut, TNI AD memiliki struktur organisasi hingga ke seluruh pelosok negeri. Dengan begitu, mereka bisa menjangkau masyarakat Indonesia yang tersebar di 83 ribu desa dan kelurahan untuk mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan antara pemulihan kesehatan dan kebangkitan ekonomi.

Merespons penunjukan tersebut, Andika menyatakan memiliki visi untuk ikut mengatasi pandemi dan mendorong pemulihan ekonomi nasional secara tepat. “Kami siap memberikan dukungan dan bantuan atas misi bersama ini untuk memulihkan kesehatan masyarakat dan juga ekonomi nasional,” katanya.

Andika menerangkan, pihaknya akan melibatkan struktur komando hingga lapisan terbawah yang dekat dengan masyarakat. Para anggota TNI, kata dia, bakal mengingatkan penerapan protokol kesehatan.

Profil Jenderal Andika Perkasa

Jenderal Andika Perkasa merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1987. Lelaki kelahiran 21 Desember 1964 ini mengawali karier di jajaran Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Di Kopassus, ia banyak bertugas di Satuan-81 Penanggulangan Teror dan Grup 3 Sandhi Yudha.

Andika juga pernah menjabat Komandan Batalyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus (2002), Komandan Rimdam Jaya pada 2011, dan Komandan Korem 023/KS pada 2012. Andika juga pernah melaksanakan operasi di Timor Timur (1990), operasi teritorial di Timor Timur (1992), dan operasi bakti TNI di Aceh (1994).

Selain berkiprah di TNI AD, Andika juga mengenyam berbagai pendidikan, mulai dari sarjana ekonomi hingga doktor dari George Washington University, Amerika Serikat.

Ia juga mengenyam berbagai pendidikan militer dari AS, seperti The Military College of Vermont, Norwich University dan National Defense University.

Dalam perjalanannya, Andika pernah menjadi Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera Kodam I/Bukit Barisan. Pada 2013, ia diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad).

Setahun berselang, Andika menggantikan posisi Jenderal TNI Doni Monardo sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Jokowi. Pada 2016, menantu dari Jenderal Hendropriyono ini kemudian menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura.

Saat menempati jabatan itu, ia membawahi Komando Kewilayahan Pertahanan di Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Dua tahun kemudian, ia kembali naik jabatan menjadi Komandan Kodiklat TNI AD pada Januari 2018 dan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada Juli di tahun yang sama.

Tak lama berselang, dia dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala Staf TNI AD (KSAD) menggantikan Jenderal Mulyono pada November 2018. Saat itu, Jokowi menganggap karier kemiliteran dan rekam jejak Andika lebih mumpuni dan lebih komplit dibandingkan beberapa nama yang diajukan kepadanya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.