Kamis, 27 Juni 19

IPC Bertransformasi dari Manual Menuju Digital

IPC Bertransformasi dari Manual Menuju Digital
* Direktur Utama Pelindo II/IPC Elvyn G Masassya. (foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.comDalam mendukung program pemerintah guna menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa melalui perbaikan infrastruktur dan suprastruktur serta digitalisasi pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) melakukan transformasi di sisi operasional yang disebut dengan radical change pola operasional dari yang sebelumnya manual menuju digital.

Digital bukan hanya dalam konteks pelayanan di terminal tapi melingkupi seluruh kegiatan pelabuhan secara korporasi, baik dari sisi laut maupun darat. Penerapan digitalisasi berbagai sisi di pelabuhan menjadi fokus utama IPC dua tahun terakhir ini.

Standardisasi pelayanan berbasis digital di sisi darat dan laut diimplementasikan dan dioptimalkan secara menyeluruh mulai saat barang dikirimkan ke pelabuhan sampai kemudahan pembayaran serta tracking dan tracing barang.

Di sisi laut IPC menyiapkan Marine Operation System (MOS), Vessel Management System (VMS) dan Vessel Traffic System (VTS), untuk memonitor dan memantau pergerakan kapal sejak mereka berangkat dari pelabuhan awal sampai tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Sedangkan di sisi darat, IPC telah memiliki Terminal Operating System (TOS) dan Non Peti Kemas Terminal Operating System (NPKTOS) serta Auto Tally untuk perhitungan kontainer.

Selain itu, IPC juga menyiapkan Container Freight Station (CFS), Buffer Area, DO Online, Auto Gate, Car Terminal Operating System, Reception Facility serta Truck Identification untuk mengidentifikasi pengemudi dan tujuan pengiriman barang dari seluruh armada pengangkut barang yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Di sisi keuangan, IPC melakukan transformasi yang signifikan, yaitu seluruh transaksi di pelabuhan berbasis elektronik atau Cashless Payment System. Jadi tidak ada lagi pembayaran secara tunai dan pola yang IPC lakukan ini tentu berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan menjadi lebih cepat, lebih terdata, lebih transparan dan lebih akurat.

Hal ini memberikan dampak yang signifikan, produktivitas meningkat, revenue korporasi meningkat karena semua tercatat dengan baik dan ini merupakan cikal bakal untuk mentransformasi IPC menjadi pelabuhan yang disebut Digital Port atau pelabuhan yang berbasis digital.

Benar saja, langkah-langkah tersebut membuat capaian kinerja IPC semakin kinclong untuk menuju pelabuhan kelas dunia. Bagaimana tidak, IPC membidik pertumbuhan laba tahun berjalan hingga akhir 2019 sebesar Rp2,61 triliun atau tumbuhan 7,41% bila dibandingkan dengan raihan pada tahun 2018 lalu. Hal tersebut sejalan dengan efisiensi melalui transformasi layanan digital yang dimiliki IPC.

“Pendapatan usaha tumbuh 18% dan laba tumbuh 7,4 persen,” ujar Direktur Utama Pelindo II/IPC Elvyn G Masassya pada acara Media Gathering di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (18/3/2019).

Selain itu, pihaknya juga membidik angka pendapatan usaha sebesar Rp13,50 triliun pada tahun ini. Angka ini tumbuh bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp11,44 triliun. Sementara untuk Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) pihaknya optimis dapat menekan sebesar 2,6 persen, dari Rp 69,90% menjadi Rp 68,08%. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.