Minggu, 29 Januari 23

Investasi di Industri Baja Terus Digenjot Pemerintah

Investasi di Industri Baja Terus Digenjot Pemerintah
* Sekjen Kemenperin Sigit Achmad Dwiwahjono saat menghadiri soft launching pabrik baja (foto : Humas)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya industri logam di dengan cara menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Untuk itu sejumlah kebijakan strategis dan juga insentif terus digulirkan pemerintah.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono, menjelaskan bahwa industri baja mmerupakan mother of industry. Sektor ini berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Industri logam merupakan salah satu sektor yang prospektif untuk ke depannya karena kebutuhan domestik yang cukup besar.

“Hasil produksi industri ini misalnya banyak diserap di sektor otomotif dan konstruksi. Bahkan, kami melihat industri logam merupakan sektor yang mampu pulih lebih cepat di tengah tekanan pandemi,” kata Sigit dalam keteranganny, Jumat (18/12/2020).

Selama ini industri logam berperan penting dalam mendongkrak nilai tambah bahan baku serta membawa efek yang luas bagi perekonomian, di antaranya sebagai penghasil devisa dari ekspor dan menyerap banyak tenaga kerja. “Jadi, sektor ini akan menjadi faktor pendorong bagi peningkatan daya saing ekonomi bangsa,” imbuhnya

Sigit mengapresiasi PT. Auri Steel Metalindo di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah yang telah menanamkan modalnya sebesar USD4,9 juta dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.000 orang. Perusahaan ini akan memproduksi atap baja ringan dengan kapasitas mencapai 400.000 ton per tahun.

“Investasi ini merupakan bukti peran serta dalam upaya membangun dan mengembangkan industri baja di Indonesia khususnya produk baja ringan. Selain itu, investasi ini menjadi solusi untuk menanggulangi PHK karena dampak pandemi,” ujar Sigit.

Sigit mengemukakan, guna memacu daya saing industri, Kemenperin telah mendorong pembangunan kawasan yang terintegrasi. Misalnya dengan menjaga ketersediaan bahan baku, kelancaran arus logistik, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) kompeten, dan pelestarian lingkungan.

“Pemerintah sedang mendesain super koridor ekonomi Pantai Utara Jawa. Salah satunya ditopang oleh Kawasan Industri Kendal. Di sini, kami sudah memfasilitasi pembangunan politeknik yang diharapkan dapat mencetak SDM kompeten untuk mendukung terciptanya inovasi,” ungkapnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.