Senin, 30 November 20

Inka Potensial Tingkatkan Pangsa Pasarnya Usai Kantongi Proyek di Kongo

Inka Potensial Tingkatkan Pangsa Pasarnya Usai Kantongi Proyek di Kongo
* Rangkaian kereta api tengah beroperasi melewati area pegunungan (Foto : Ist)

Jakarta, Obsessionnews.com – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengapresiasi atas kinerja dari PT Industri Kereta Api (Inka) Persero yang telah mengantongi proyek pengadaan kereta api beserta infrastruktur pendukungnya di Kongo, Afrika. Nilai proyek tersebut mencapai USD11 miliar atau setara Rp162,1 triliun. Besarnya nilai proyek ini menjadikan Inka sebagai salah satu industri di bawah koordinasi Kementerian BUMN yang memiliki pangsa pasar yang menjanjikan di pasar internasional.

Ketua Bidang Perkeretaapian MTI, Aditya Dwi Laksana, menilai jika Inka mampu menyelesaikan proyek tersebut dengan baik dan sesuai harapan, maka kedepan industri kereta api nasional berpeluang bisa memperkuat pasar ekspor. Oleh sebab itu dia berharap agar Inka bisa membuktikan kemampuannya dalam penyediaan kereta dan sarana prasarana sesuai keinginan pemerintahan Kongo.

“Hal yang berbeda bagi Inka adalah karena pada proyek di Kongo ini tidak hanya sekadar menjual sarana KA, akan tetapi juga membangun infrastruktur perkeretaapian, yaitu perkeretaapian perkotaan dan jaringan KA ke pelabuhan di Kongo,” kata Aditya beberapa waktu lalu.

Dia berpendapat faktor kritikal dari proyek Kongo ini adalah terletak pada kompleksitas yang lebih tinggi dan juga memerlukan sinergi antar BUMN yang harus lebih solid terutama dari sisi pembangunan infrastrukturnya serta keterpaduan dengan sarana yang akan dioperasikan. Sejauh ini dia menilai langkah Inka sudah tepat untuk mengembangkan bisnis dan pasarnya pada negara-negara Asia-Afrika yang sedang mulai mengembangkan dan membenahi infrastruktur transportasinya.

Dengan keberhasilan Inka mendapatkan proyek tersebut, menjadi bukti bahwa BUMN nasional diakui di pasar internasional khususnya di tanah Afrika dan sekitarnya. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan oleh Inka dan BUMN terkait lainnya untuk bisa memperluas ceruk pasarnya. Afrika harus dijadikan sebagai pintu atau hub bagi penguatan pasar ekspor di negara-negara di sekitarnya.

“Dari sisi kebutuhan sarana untuk pengembangan transportasi yang bisa dipenuhi Inka, ini memungkinkan Inka mengambil ceruk pasar yang lebih luas lagi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, permintaan kereta api di pasar luar negeri trennya membaik. Hal itu dibuktikan dengan Inka yang berhasil mengkapalkan produknya ke negara-negara Asia seperti Bangladesh, Filipina, Zambia dan Zimbabwe. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.