Selasa, 15 Oktober 19

Inilah Penyaring Logam Berat dan Penetral Keasaman Air

Inilah Penyaring Logam Berat dan Penetral Keasaman Air
* Peneliti Farmasi Unsoed dan Dosen Pembimbing

Mengembangkan Nanopori Cangkang Telur Bebek sebagai Penyaring Logam Berat dan Penetral Keasaman Air

Tim Peneliti Mahasiswa Farmasi Unsoed Berhasil Lolos Menuju Pimnas

Purwokerto – Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Jenderal Soedirman(Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah tahun 2018 ini, kembali lolos dalam ajang kompetisi kreativitas mahasiswa yang cukup bergengsi yakni Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-31 yang akan diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada akhir Agustus 2018.

Setelah berkompetisi dengan ratusan ribu mahasiswa lainnya di tingkat nasional akhirnya kelompok PKM penelitian mahasiswa yang diketuai oleh Bagus Dwi Setiawan dan anggota Oviana Rizky serta Namira Fadhilah dengan topik penelitian “Pengembangan material nanopori dari cangkang telur bebek sebagai solusi mengurangi logam berat dan tingkat keasamaan air” berhasil lolos PIMNAS.

“Kelompok tersebut dibimbing oleh Hendri Wasito MSc Apt. sebagai dosen sekaligus Ketua Lab. Kimia Farmasi Fikes Unsoed yang telah ketigakalinya secara berturut-turut dari tahun 2016, 2017, dan 2018 ini berhasil menghantarkan mahasiswa yang dibimbingnya untuk kembali menuju PIMNAS,” kata Koordinator Sistem Informasi Unsoed, Alief Einstein, Kamis (30/8/2018).

Bagus sebagai ketua tim tertarik untuk meneliti cangkang telur bebek karena ingin mengangkat potensi lokal yang belum banyak dimanfaatkan serta juga dilatarbelakangi permasalahan kesehatan yang sering disebabkan karena kualitas air yang tidak baik.

Tim peneliti tersebut berhasil mendapatkan dana penelitian dari Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti untuk melakukan penelitian melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) tahun 2018. Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi manusia.

Salah satu pemanfaatan air adalah untuk air minum. Sumber air yang digunakan untuk air minum adalah air tanah dan pengolahan air sungai. Penggunaan air tanah dan sungai untuk air minum biasanya menghadapi kendala utama dalam hal kualitas air.

Semakin meningkatnya pencemaran air akhir-akhir ini seperti kontaminasi oleh logam berat yang terlarut dalam air serta bahan kimia lainnya yang menyebabkan tingkat keasaman air meningkat dan menyebabkan kualitas air minum menjadi buruk.

Peneliti Farmasi Unsoed dan Dosen Pembimbing

Beberapa jenis logam berat seperti Merkuri (Hg), Kadmium (Cd), Timbal (Pb), Arsen (As), dan beberapa logam berat lainnya merupakan logam yang beracun terhadap makhluk hidup karena memiliki aktivitas karsinogenik.

Logam berat juga telah terbukti menyebabkan keracunan akut dan kronis pada manusia seperti gangguan kesehatan berupa anemia, kanker pernafasan, kanker kulit bahkan menyebabkan neuropati sentral dan perifer.

Demikian juga air minum yang bersifat asam ternyata dapat juga menyebabkan erosi pada gigi, menyebabkan logam berat dan kontaminan lainnya mudah terlarut sehingga jika masuk dalam tubuh akan terakumulasi dalam jaringan dan menyebabkan masalah yang lebih serius.

Selama ini, senyawa yang digunakan untuk menurunkan konsentrasi logam berat adalah karbon atau arang aktif. Bahan arang aktif tersebut sudah berkembang di pasaran, namun memiliki kelemahan yaitu memerlukan biaya operasional dan regenerasi yang mahal, dan tidak dapat menetralisir asam.

Selain itu, ukuran pori pada arang masih tergolong cukup besar sehingga mengurangi efektivitas dalam penyerapan logam berat.

Cangkang telur merupakan limbah rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Saat ini cangkang telur hanya digunakan sebagai bahan baku industri kerajinan tangan.

Menurut penelitian yang telah dilaporkan sebelumnya, cangkang telur ayam mengandung sebagian besar senyawa kalsium karbonat CaCO3 yang memiliki potensi sebagai adsorben yang nantinya dapat digunakan sebagai penyerap logam berat dan sekaligus penetral asam dalam air.

Cangkang telur unggas memiliki banyak pori-pori yang berukuran nano sehingga diperkirakan dapat digunakan sebagai adsorben yang lebih efektif. Sehingga tim peneliti dari Farmasi Unsoed tersebut ingin mengembangkan potensi lokal berupa cangkang telur bebek untuk dijadikan nanopori yang dapat menyerap logam berat sekaligus untuk menetralisir kandungan asam yang ada pada air.

Penelitian dilakukan dengan mengolah berbagai jenis cangkang telur unggas seperti limbah cangkang telur ayam, bebek, dan puyuh yang selanjutnya dilakukan serangkaian tahapan proses preparasi untuk membuat serbuk nanopori.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswa Farmasi Unsoed tersebut terhadap beberapa jenis logam berat dalam dalam sampel air diperoleh hasil bahwa serbuk nanopori cangkang telur bebek memiliki kemampuan penyerapan logam berat dan menetralkan asam paling baik dengan nilai persen penurunan sekitar 30% untuk penyerapan logam berat dan kemampuan penetralan asam yang lebih baik.

Karakterisasi serbuk nanopori cangkang telur bebek yang dihasilkan dikonfirmasi dengan pengamatan morfologi partikel menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan menunjukkan bahwa partikel serbuk cangkang telur bebek yang sudah dipreparasi memiliki pori yang berukuran yang sangat kecil atau berukuran nanopori, sehingga mampu menyerap logam berat lebih baik.

Serbuk nano pori cangkang telur bebek juga memiliki kemampuan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan arang aktif dalam menyerap logam dan menetralkan asam. Sehingga hasil penelitian tersebut memiliki potensial yang lebih baik untuk dikembangkan lebih lanjut.

Tim penelti beserta Dosen Pembimbing dari Farmasi Unsoed berharap agar hasil kreativitas dan inovasi yang telah dikembangkan tersebut dapat lebih dioptimalkan menjadi produk yang dapat dipasarkan di masyarakat secara luas.

Hendri Wasito MSc Apt. selaku dosen pembimbing juga sangat mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam meningkatkan atmosfer akademik berupa penelitian dan penalaran ilmiah dikalangan mahasiswa di lingkungan Farmasi Unsoed untuk memajukan daya saing institusi dan mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam bidang akademik dan non akademik.

Semoga generasi Soedirman bisa terus berkarya dan maju terus pantang menyerah. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.