Sabtu, 25 Januari 20

Ini yang Patut Dicontoh dari Sosok Mohammad Natsir

Ini yang Patut Dicontoh dari Sosok Mohammad Natsir
* Lukman Hakiem, mantan sekretaris Mohammad Natsir. (Foto: Iqbal/Obsession Media Group)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Almarhum Mohammad Natsir  yang pernah menjadi  Ketua Umum Partai Masyumi (1949-1959), Perdana Menteri NKRI (1950-1951), dan pendiri Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) adalah sosok yang patut diteladani.

Mantan sekretaris Mohammad Natsir, Lukman Hakiem, menilai Natsir adalah sosok seorang negarawan. Hal itu dikatakan lantaran Natsir tidak memikirkan kepentingan pribadi, melainkan memikirkan kepentingan masyarakat dan umat.

Ia mencontohkan saat hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memasukkan Irian Barat ke wilayah Indonesia. Setelah itu Natsir dibujuk Soekarno untuk masuk kabinet tapi, ia tidak mau, karena baginya Irian Barat adalah wilayah penting.

“Padahal tawarannya jadi menteri loh, tapi Pak Natsir memilih berdiri di luar, membantu dari luar. Jadi bukan kepentingan pribadi,” ujar Lukman kepada  Obsessionnew.com setelah seminar Mosi Integral Natsir di Aula Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII),  Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Selain tidak memikirkan kepentingan pribadi, lanjut Lukman, Natsir adalah seorang yang punya visi jauh ke depan. Itu dibuktikannya dengan merumuskan mosi integral yang bisa diterima semua kalangan.

“Bayangkan, seorang Presiden Indonesia Timur sampai mau berhenti untuk bergabung ke RI. Kalau bukan Natsir yang bujuk, belum tentu bisa,” ucapnya.

Bacaan Natsir juga luas, kata Lukman. Natsir adalah seorang pembaca dan penulis. Sehingga gagasannya banyak.

“Kebanyakan politisi sekarang itu, ketika ditanya langsung jawab. Spontan-spontan dan enggak mendalam,” kritiknya.

Selain itu, Lukman mengatakan yang patut dicontoh dari Natsir adalah sifat kesederhanaannya. Pernah Lukman melihat Natsir di gedung DDII mengenakan baju koko putih yang ada noda tintanya.

“Tapi beliau enggak merasa martabatnya jatuh dan kita enggak kurang hormat,” pungkasnya. (Bal)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.