Rabu, 20 Oktober 21

Ini yang Harus Diperhatikan dalam Bepergian Naik Pesawat di Masa PPKM

Ini yang Harus Diperhatikan dalam Bepergian Naik Pesawat di Masa PPKM
* Ilustrasi orang mau berpergian menggunakan pesawat. (Foto: Edwin B/obsessionnews)

Jakarta, obsessionnews.com – Pemerintah mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlaku hingga 20 September nanti. Hal ini dikarenakan pemerintah menganggap semenjak PPKM diberlakukan, grafik masyarakat yang terdampak Covid-19 menurun secara signifikan.

Selain itu, pengetatan pelaku perjalanan di segi transportasi udara pun terlihat berkurang dikarenakan syarat-syaratnya yang cukup banyak. Salah satunya dengan memiliki sertifikat vaksin. Anda harus update informasi syarat naik pesawat jika ingin melakukan perjalanan udara.

Di Indonesia sendiri, vaksin resmi didistribusikan kepada masyarakat sejak Januari lalu. Kala itu vaksin pertamanya adalah jenis Sinovac. Cara kerja vaksin Covid-19 sendiri adalah dengan membentuk sistem imun di tubuh. Ketika vaksin tersebut disuntikan, sel dalam tubuh mendapatkan informasi mengenai virus tersebut. Lalu, sistem imun yang berkembang biak di kemudian hari akan mengenali virus tersebut jika seseorang terpapar. Sehingga, ketika virus corona mencoba masuk, sel tubuh yang sudah mendapatkan informasi terlebih dahulu akan membuat sistem imun melawan virus tersebut.

Saat ini sudah tersedia sekitar sembilan jenis vaksin yang ada di Indonesia diantaranya; Sinovac, Vaksin Covid-19 Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Sputnik V, Janssen, dan Convidecia. Kesembilan vaksin tersebut tentu memiliki perbedaan mulai dari kandungan hingga kriteria calon penerima vaksin. Namun, bukan menjadi suatu alasan bagi Anda dalam memilih vaksin mana yang paling baik karena semuanya baik. Jadi jangan lupa melakukan vaksin terlebih dahulu, jika Anda ingin bepergian, ya! Selain vaksin, tentu ada beberapa syarat lainnya yang bisa Anda simak di bawah ini.

1. Check Kebijakan Daerah yang Ingin Anda Tuju

Sebelum melakukan perjalanan Anda perlu mengetahui kebijakan yang sedang diterapkan oleh daerah tersebut karena setiap daerah memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Jangan kaget kalau nantinya ada daerah yang memiliki persyaratan yang cukup banyak atau sebaliknya. Untuk mempermudah Anda dalam mengeceknya, Anda dapat melihatnya melalui aplikasi Traveloka, di situ Anda tinggal mengisi domisili keberangkatan dan tujuan akhir Anda. Lalu setelah itu klik tombol “cek peraturan” dan selesai, sangat mudah, bukan?

2. Surat Keterangan Negatif Pada Hasil Tes RT-PCR atau Antigen

Surat keterangan negatif pada test RT-PCR ataupun Rapid Test Antigen sudah menjadi salah satu syarat utama yang wajib Anda penuhi jika ingin melakukan perjalanan antar kota. Perlu diketahui bahwa tidak semua kota menerima kedua jenis tes di atas sebagai syarat. Sebagian daerah mewajibkan pendatangnya untuk memberikan hasil negatif pada tes PCR sebagai syarat.

Jika Anda berada di luar Jawa-Bali dan hendak pergi ke Jakarta maka Anda harus melakukan vaksin dengan minimal 1 dosis dan tes RT-PCR yang sampelnya diambil minimum 2×24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat untuk memasuki wilayah tersebut. Namun jika Anda berada di pulau Jawa dan hendak pergi ke Bali maka dengan surat keterangan hasil negatif Rapid Antigen yang sampelnya diambil minimum 1×24 jam sebelum keberangkatan saja pun sudah bisa asalkan Anda sudah mendapati dosis vaksin sebanyak dua kali. Selain itu, pastikan Anda melakukan test pada laboratorium yang sudah terintegrasi pada aplikasi PeduliLindungi.

3. Mengunggah Aplikasi PeduliLindungi

PeduliLindungi adalah aplikasi yang dibuat oleh pemerintah untuk membantu dalam melacak guna menghentikan penularan virus COVID-19. Dalam pemakaiannya, aplikasi ini mengandalkan partisipasi dari masyarakat untuk selalu mengaktifkan data lokasinya ketika bepergian sehingga pelacakan riwayat kontak dengan orang yang mengalami Covid-19 dapat ditinjau. Aplikasi ini hadir pada bulan Agustus lalu dan sudah menjadi salah satu syarat perjalanan pada moda transportasi, baik laut, udara, dan darat. Tidak hanya menjadi syarat perjalanan, aplikasi ini mulai digunakan jika Anda hendak memasuki tempat-tempat umum seperti mall.

Selain menjadi salah satu syarat perjalanan, aplikasi ini juga dapat mempermudah petugas dalam memastikan proses validasi dokumen kesehatan serta dapat meminimalkan kontak fisik karena tidak perlu membawa-bawa dokumen dalam bentuk kertas seperti kartu vaksinasi dan surat hasil tes Covid-19 karena keduanya sudah terdapat pada aplikasi tersebut.

4. Adanya Pembatasan Usia Pelaku Perjalanan

Bagi Anda yang berusia di atas 12 tahun dan hendak melakukan perjalanan, maka beruntunglah Anda. Hal ini disebabkan pemerintah mengeluarkan aturan yang menyatakan bahwa pelaku perjalanan yang berusia di bawah 12 tahun tidak diperbolehkan untuk terbang selama masa perpanjangan PPKM.

5. Kebijakan Pelaku Penerbangan Luar Negeri

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa Indonesia masih memperbolehkan Warga Negara Asing (WNA) untuk masuk ke RI melalui penerbangan internasional selama masa PPKM. Namun terdapat beberapa syarat dan ketentuan; Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 27 Tahun 2021 Tentang Pembatasan Orang Asing Masuk ke Wilayah Indonesia Dalam Masa PPKM Darurat dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No.63 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pada permenkumham, WNA yang diizinkan masuk ke Indonesia harus memiliki setidaknya salah satu izin berikut:

A. Orang Asing pemegang Visa diplomatik dan Visa dinas
B. Orang Asing pemegang Izin Tinggal diplomatik dan Izin Tinggal dinas
C. Orang Asing pemegang Izin Tinggal terbatas dan Izin Tinggal Tetap; dan
D Orang Asing dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan

Kemudian, berdasarkan SE Kemenhub, WNA juga diwajibkan untuk vaksin secara lengkap sebelum tiba di Indonesia. Lalu, bagaimana kebijakan yang diterapkan kepada WNI yang datang dari luar negeri?

Tidak jauh berbeda yakni sama-sama harus memiliki surat hasil tes RT-PCR negatif dan sudah divaksin secara lengkap. Jika WNI belum mendapatkan vaksin maka bisa divaksin setelah pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil.

Setelah itu baik WNI ataupun WNA diwajibkan untuk melakukan karantina mandiri selama 8×24 jam di tempat yang telah disediakan. Biaya karantina sendiri sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) seperti Pelajar/Mahasiswa atau Pegawai Pemerintah yang kembali setelah melakukan perjalanan dinas luar negeri. Namun hal ini tidak berlaku bagi para WNA dan WNI yang di luar kriteria tersebut.

Jadi sebelum melakukan penerbangan, pastikan Anda sudah mengetahui syarat-syarat yang ada, ya! Setelah itu Anda bisa beli tiketnya melalui marketplace terpercaya Anda seperti Traveloka. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.