Minggu, 9 Agustus 20

Ini Strategi Dendi Adisuryo Pertahankan ADCO Law di Masa Pandemi Covid-19

Ini Strategi Dendi Adisuryo Pertahankan ADCO Law di Masa Pandemi Covid-19
* Managing Partner Adisuryo Dwinanto & CO (ADCO) Law Dendi Adisuryo

Jakarta, Obsessionnews.comMenghadapi krisis di masa pandemi Covid-19 dan era new normal sekarang ini, profesionalisme seorang pengacara tidak hanya diuji dari segi mental, tapi juga kekuatan untuk survive, strategi out of the box, dan pengaturan cash flow yang baik dalam menjalankan law firm-nya.

Untuk itu Managing Partner Adisuryo Dwinanto & CO (ADCO) Law Dendi Adisuryo menggulirkan sejumlah strategi agar ADCO Law tetap eksis sebagai firma hukum terkemuka di tengah situasi ini.

“Pertama mempertahankan kualitas pekerjaan karena produk yang ditawarkan adalah jasa, Tantangannya adalah kompetisi semakin ketat, tidak hanya law firm lokal, tetapi juga law firm asing,” ujar Dendi kepada Majalah Men’s Obsession baru-baru ini.

Kedua, lanjut Dendi, bergaul secara global, yakni bekerja sama dengan sejumlah law firm luar negeri. Karena saat ini transaksi yang sifatnya cross border sangat banyak. “Sehingga kami harus bekerja sama dengan law firm dari jurisdiksi lain,” tambahnya.

Yang ketiga dari sisi marketing pun harus diperhatikan karena marketing law firm berbeda dengan perusahaan jasa lainnya.

“Kita ada batasan-batasan di kode etik advokat, yang tidak boleh kita langgar. Namun, di sisi lain kita harus membuat marketing activities yang kreatif dan efektif. Contohnya, sering berbicara ke publik tentang skill dan kehalian yang kita punya, sehingga klien tertarik,” katanya.

Untuk diketahui, Dendi Adisuryo merupakan seorang pekerja keras sebagai pengacara. Belasan tahun sudah ia mendalami profesi sebagai pengacara yang ahli dalam bidang transaksi komersial, sumber daya alam, merger dan akuisisi, minyak dan gas bumi, perbankan dan keuangan, konstruksi, asuransi, maritim, kehutanan dan perkebunan, serta sengketa komersial.

Sebelum membangun firma hukum Adisuryo Dwinanto & CO (ADCO) Law pada 2007, ia pernah bergabung dengan Lubis Ganie Surowidjojo (LGS), Makarim & Tiara S, Hadiputranto Hadinoto & Partners (HHP). (Mens’ Obsession/Gia/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.