Rabu, 30 September 20

Ini Kiat Sandiaga Uno untuk Pengusaha Muda Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Ini Kiat Sandiaga Uno untuk Pengusaha Muda Bertahan di Masa Pandemi Covid-19
* Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sandiaga Uno. (Foto: Kapoy/obsessionnews)

Jakarta, Obsessionnews.com – Obsession Media Group (OMG) menggelar acara webinar yang bertajuk ‘Kiat Pengusaha Muda Mendorong Perekonomian Bangsa Aman Covid-19’ pada Jumat (14/8/2020). Acara tersebut dihadiri kurang lebih 500 peserta webbinar.

 

Baca juga:  OMG akan Gelar Webinar “Kiat Pengusaha Muda Mendorong Perekonomian Bangsa, Aman Covid-19”

 

Dalam kesempatan itu, mantan  Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sandiaga Uno berbagi materi kiat  soal pengusaha muda mendorong perekonomian bangsa di masa pandemi Covid-19 melalui video yang dikirim di acara tersebut.

Lalu seperti apa kiat Sandi? Berikut pemaparan yang diberikan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Sandi menyebutkan, ada dua masalah di tengah Covid-19 ini, yakni mata pencarian yang terus menurun dan biaya kehidupan yang meningkat.

Untuk itu, yang pertama dilakukan agar dapat bertahan di masa pandemi Covid-19 ini adalah membuat peluang besar untuk menjadi resaler dan juga bisa memproduksi produk-produk yang dibutuhkan masyarakat.

“Seperti produk kesehatan, APD, masker, Handsanitaizer untuk 3-6 bulan ke depan sangat dibutuhkan. Selain itu optimalkan digitalisasi,” ujar sandi.

Yang kedua, lanjut dia, mengenai peran digitalisasi dalam penjualan. Menurutnya, sekarang ini zamannya revolusi 4.0. Jadi dengan mengoptimalkan digitalisasi, terutama dibidang yang berkaitan dengan proses penciptaan nilai tambah.

“Mulai dari penjualan online, produksi yang mengandalkan teknologi atau alat-alat yang ada di dalam genggaman kita. Bisa marketing payment, semua ada di dalam smartphon kita,” jelas Sandi.

Ketiga, cara efektif untuk mengatur dan penerapan keuangan perusahaan. Namun penerapan keuangan bukan hanya ketat standar disiplin, tapi juga keuangan ketat dan disiplin, ditail dan tepat.

“Di mana kita mengoptimalkan cashflow kita dan melakukan penjadwalan ulang dari pengeluaran kita hingga cash yang kita kelola bisa optimal,” tuturnya.

Sandi menjelaskan, setiap usaha yang dijalankan pastinya ada cash in atau pemasukan, dari modal, keuntungan, atau juga dari pinjaman. Ada juga cash out, yaitu pengeluaran dari pembelian, pembayaran kewajiban, dan ini semua diperlukan untuk UMKM.

Namun sebaik-baiknya harus dilakukan dengan benar-benar melakukan pengawasan yang ketat dan disiplin. Jangan sampai UMKM Anda lebih besar pasak daripada tiang, lebih besar pengeluaran daripada penerimaan, lebih besar biaya daripada penghasilan.

“Nanti lambat-laun akan membuat usaha lebih terjepit, dan ada kemungkinan bangkrut di masa pandemi Covid-19,” ucapnya.

Tak hanya itu, keuntungan yang di dapat bukan seluruhnya 100 persen menjadi milik pengusaha. Harus memastikan keuntungan tersebut dialokasikan kembali ke berbagai pos, agar UMKM bisa berjalan sesuai keinginan, seperti untuk investasi sumber daya manusia, investasi di mesin, investasi menurunkan biaya produksi, investasi terus membuka lapangan pekerjaan.

Selain itu, salah satu cara pengelolaan secara ketat adalah free order atau utamakan pembayaran di depan. “Ini akan memungkinkan kita untuk memproduksi berdasarkan berbasis order atau berbasis pesanan,” bebernya.

Tak sampai di situ, yang sangat simple, tapi sangat funda mental adalah pemisahan rekening pribadi dengan rekening usaha yang dikelola. “Walaupun UMKM jangan kita campur adukan rekening yang kita miliki dalam usaha dengan rekening pribadi kita,” tegas Sandi.

Jika ingin cashflow pada UMKM Anda tetap berjalan dengan baik, maka lakukan kegiatan-kegiatan pengawalan cashflow ini dengan komitmen yang kuat dengan disiplin yang ketat.

“Serta eksekusi yang prima agar kita bisa mengatur keuangan kita untuk tetap sehat di pandemi Covid-19,” katanya.

Dan yang keempat adalah sukses bisa diraih dalam menjalankan usaha di tengah pandemi. “Kuncinya beradaptasi dengan realita baru, beradaptasi dengan mengadopsi kebiasaan-kebiasaan baru atau new normal,” bebernya.

Jadi new normal itu adalah satu realita yang berbeda dengan bulan-bulan sebelum adanya Covid-19. “Jadi kita harus melakukan perubahan arah, membuat jalur pertumbuhan baru,” ucapnya.

Sandi mengumpamakan, kalau di sebelah Selatan tertutup jalannya Anda harus masuk melalui barat.

“Kita harus kendarai gelombang ini sebagai sebuah trends yang baru, seperti digital, makanan, fintek, dan layanan dukungan kesehatan, termasuk layanan yang bersifat promotif dan preventif, nutrisi yang baik, istirahat yang cukup dan juga berolah raga,” tuturnya.

Yang kelima adalah bagaimana Anda mampu untuk memberikan masukan kepada pemerintah. Saran kepada pemerintah itu harus dilakukan dengan konstruktif.

“Kita berikan masukan secara kritis, tapi menempatkan diri kita sejajar dengan pemerintah dalam proses pembangunan ke depan, membuka lapangan kerja dan juga memastikan biaya hidup tetap stabil dan terjangkau,” jelasnya.

Manfaat dukungan dari pemerintah dan terciptanya ekosistem untuk UMKM dan sektor swasta sangat diperlukan untuk menjaga daya tahan usaha di tengah Pandemi ini.

Menutup pemaparannya di video, dia meminta masyarakat harus manjaga pangsa pasar, 270 juta rakyat populasi inilah sebagai modal besar.

“Sebuah pasar yang harus kita pastikan, kita jaga, mulai dari rantai pasokan sampai proses distribusi maupun proses penciptaan nilai tambah, agar rantai penciptaan nilai tambah, rantai pasokan ini bisa berjalan dan kita kelola dengan baik, antara permintaan, produksi atau sisi pasokan,” pungkas Sandi. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.