Sabtu, 2 Juli 22

Ini Kata Dewi Tenty Soal Seminar Pelatihan NPAK di Bandung

Ini Kata Dewi Tenty Soal Seminar Pelatihan NPAK di Bandung
* Notaris/PPAT, yang juga Penggiat Koperasi dan UMKM Dewi Tenty Septi Artiany. (Foto: Istimewa)

Obsessionnews.com – Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia Jawa Barat menggelar acara Seminar Pelatihan Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) yang bertajuk ‘Peran Serta Notaris dalam Pengembangan dan Perjuangan Koperasi di Indonesia’. Acara ini dilaksanakan di Grandia Hotel, Jl Cihampelas, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/5/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Notaris/PPAT, yang juga Penggiat Koperasi dan UMKM Dewi Tenty Septi Artiany selaku nara sumber di acara itu mengungkapkan, pemahaman tentang koperasi dan tata kelolanya tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan masyarakat koperasi, notaris sebagai pejabat umum yang di libatkan sebagai NPAK juga memiliki peran penting untuk mensosialisasikan know how tentang koperasi kepada masyarakat.

Hal ini sejalan dengan apa yang di amanahkan oleh Pasal 15 ayat (2) huruf e Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) yang memberikan kewenangan bagi Notaris untuk memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta.

“Artinya Notaris berwenang memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan akta yang di buatnya. Termasuk akta pendirian dan perubahan anggaran dasar koperasi,” ujar Dewi.

Dia memaparkan, jumlah notaris di Indonesia sampai saat ini kurang lebih 20.000 orang dan 50% di antaranya sudah mengikuti pelatihan sebagai NPAK, akan tetapi NPAK yang aktif hanya sekitar kurang dari10 %.

“Hal ini menjadi pertanyaan mendasar, dan pertanyaan ini dijawab dengan alasan notaris kurang tertarik menekuni bidang koperasi karena mind set yang kurang pas, masih banyaknya anggapan bahwa pembuatan akta koperasi itu ribet, berbelit, harga murah dan biasanya koperasi itu dipandang sebagai lembaga charity sehingga selalu meminta discount atau potongan harga,” ucap perempuan yang akrab disapa Teh Dete ini.

Pada acara pelatihan NPAK kali ini, Teh Dete sengaja memberikan materi yang penekanannya mengubah mind set, mengetahui seluk beluk koperasi sebagai badan hukum dan badan usaha.

“Sebagaimana kita ketahui seiring dengan perkembangan teknologi, koperasi pun harus ikut digitalisasi, sehingga kesan kuno perlahan ditinggalkan termasuk proses pengesahan dan pendaftaran koperasi sangat dipermudah melalui Kemenkumhan, untuk permodalan sudah cukup banyak koperasi yang memiliki modal lebih dari 1 triliun dengan usaha yang sangat kompleks,” ungkapnya.

Kekompleksan usaha tersebut yang memberikan ide bagi pemerintah kepada koperasi untuk melakukan spin-off, dan untuk koperasi yang masih memiliki modal sedikit pemerintah memberikan ide keterbaruan dengan menawarkan konsep koperasi multi pihak, di mana pada konsep multi pihak ke homogenan anggota koperasi yang biasa terjadi dapat di ubah menjadi heterogen, yaitu dapat berkumpulnya kelompok pemodal dengan kelompok pelaku usaha dalam wadah koperasi.

Menurut dia, acara seperti ini sangat penting di selenggarakan karena Indonesia yang konon kabarnya memiliki jumlah koperasi terbanyak di seluruh dunia, tetapi masih minim dalam hal pemasukan negara melalui koperasi, dengan semakin banyak notaris yang melakukan fungsinya sebagai penyuluh dalam proses pembuatan akta koperasi.

“Diharapkan dapat mendorong pemahaman kepada masyarakat tentang tata kelola koperasi yang benar dan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian melalui koperasi,” pungkas Teh Dete. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.