Senin, 14 Oktober 19

Ini Doa yang Dibaca Habibie Ketika Sedang Sedih

Ini Doa yang Dibaca Habibie Ketika Sedang Sedih
* BJ Habibie terlihat menangis, sedih ditinggal istrinya Ainun. (Foto: Tribunnews)

Jakarta, Obsessionnews.com – Selain dikenal cerdas, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie juga dikenal sebagai pribadi yang taat terhadap agama. Ia selalu berdoa meminta pertolongan kepada Tuhan takkala sedang bersedih.

Doa Habibie saat sedang sedih itu ditulis dalam autobiografi berjudul ‘Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner’. Dalam buku tersebut diceritakan kala BJ Habibie muda yang harus pergi jauh ke Jakarta untuk menempuh pendidikan.

Saat itu, BJ Habibie masih berusia 14 tahun. Namun demi masa depan yang cerah, Sang Bunda, Tuti Marini harus merelakan kepergian Habibie dari Makassar. Karena usianya masih kecil, Habibie merasa keberatan untuk meninggalkan orangtua.

Dia menangis dan memohon kepada sang Ibu agar tak dikirim ke Jawa. Tuti bergeming pada keputusannya. Perjalanan pria yang kemudian menjadi suami dari Hasri Ainun ini ditempuh menggunakan kapal. Selama di atas kapal, Habibie muda merasakan kegalauan hati.

Ia pun mengingat doa untuk orang tua yang diajarkan guru ngajinya yang kerap disapa Kapten Arab agar terus dilantunkan.

“Nak, jangan lupa, kamu ada karena orang tuamu. Jadi, sampaikan doamu dengan bahasamu sendiri agar terasa. Bilang ‘Oh Tuhan, perihara lah orang tua saya seperti orang tua saya pelihara saya sejak saya lahir sampai sekarang.’ Doa dari anak untuk orang tuanya yang paling didengar,” cerita Habibie dalam buku ‘Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner’ seperti dikutip dari haibunda.com.

Selain doa untuk orang tua, Habibie juga kerap melantunkan doa ketika sedih. Doa ini pun menjadi bekalnya guna melanjutkan perjalanan hingga berhasil menciptakan sebuah pesawat serta membanggakan bangsa dan agama.

Adapun, doa ketika sedih yang Habibie baca justru diajarkan oleh seorang pastor Belanda di sekolahnya. Doa tersebut diajarkan dalam bahasa belanda dan terus diingat oleh BJ Habibie selama hidupnya.

“Di mana pun di masa depan, saya akan dipegang oleh tangan Tuhan. Dengan keberanian saya buka mata, ke masa depan yang saya tidak tahu. Tuhan, ajari saya untuk mengikuti jejak-Mu tanpa saya bertanya. Tuhan, apa yang Kamu laksanakan adalah yang terbaik. Berikan saya kekuatan untuk menghadapinya dengan kekuatan-Mu.”

Itulah, doa ketika sedih yang pernah dibaca oleh BJ Habibie. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.