Sabtu, 10 Juni 23

Ini Bahaya Sinar Matahari untuk Kulit

Ini Bahaya Sinar Matahari untuk Kulit
* Ilustrasi Kulit Terbakar Sinar Matahari (Metamorworks/Shutterstock)

Sinar matahari atau sinar ultraviolet memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Misalnya saja untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan, vitamin D memengaruhi proses pembentukan tulang. Selain itu, asupan vitamin D yang cukup dapat membuat tulang tumbuh lebih kuat dan sehat.

Sedangkan bagi orang dewasa, vitamin D ini dibutuhkan untuk menjaga kepadatan tulang. Pada orang dewasa apabila mengalami kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang keropos atau disebut juga osteoporosis.

Namun selain manfaat, sinar matahari pun ternyata dapat memberikan efek negatif, khususnya bagi kulit. Berikut ini adalah empat bahaya sinar matahari untuk kulit:

1. Penuaan Dini

Banyak yang mengetahui manfaat yang dirasakan ketika seseorang terpapar sinar matahari pagi khususnya bagi kesehatan. Namun, apabila kulit terpapar sinar ultraviolet dalam waktu lama justru bukan vitamin D yang didapat.

Dilansir dari Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology, paparan sinar matahari dalam durasi yang cukup panjang nyatanya dapat menyebabkan kulit mengalami proses penuaan dini lebih cepat.

Hal ini disebabkan sinar matahari yang berlebihan dapat merusak serat kolagen dan elastin (lapisan dermis kulit). Akibatnya, kulit akan tampak keriput, kendur, dan pori-pori membesar.

2. Risiko Kanker Kulit

Selain penuaan kulit, efek jangka panjang radiasi sinar matahari pun bisa menyebabkan kanker kulit. Dilansir dari, hal ini disebabkan paparan sinar matahari yang berlebihan bisa merusak materi genetik pada Cancer Research UK sel kulit. Kerusakan ini bisa menyebabkan pertumbuhan kulit jadi tidak terkendali sehingga berakibat kanker kulit.

3. Kulit Terbakar

Dilansir dari Mayo Clinic, bahaya lain dari paparan sinar matahari yang berlebihan adalah kulit terbakar atau yang dikenal dengan istilah sunburn. Warna kulit jadi kemerahan bahkan terlihat berwarna coklat terbakar.

Tidak hanya itu, kulit yang mengalami sunburn akan terasa perih jika disentuh. Radiasi ultraviolet yang mengenai kulit berpotensi memicu reaksi inflamasi yang mengancam kesehatan tubuh. Kerusakan kulit ini meningkatkan risiko kanker dan penuaan dini.

4. Gangguan Mata

Selain kulit, paparan sinar matahari berlebihan juga bisa merusak mata. Sinar ultraviolet bisa merusak saraf pusat penglihatan dan makula, yakni bagian retina di bagian belakang mata. Dalam jangka panjang, radiasi sinar matahari ini bisa menyebabkan katarak.

Cara untuk menghindari paparan sinar matahari berlebih ikuti beberapa tips berikut:

Ingat untuk selalu menggunakan pelembap kulit dengan SPF minimal 24 sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Lindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan payung atau pakaian. Hindari juga pakaian berwarna gelap saat berada di luar ruangan karena warna gelap dapat menyerap sinar matahari.
Untuk melindungi mata, gunakan kacamata dengan proteksi terhadap sinar ultraviolet.

Jangan Takut Matahari Ini Manfaatnya Berjemur
Beraktivitas di luar ruangan menjadi hal yang paling dihindari, lantaran harus terkena panasnya sinar matahari. Enggak hanya bikin kulit jadi menghitam, paparan sinar ultraviolet dari matahari juga diketahui dapat merusak kulit. Namun, terkena paparan sinar matahari tidak selalu memberi dampak buruk. Berjemur di waktu yang tepat malah bisa memberikan manfaat berikut untuk kesehatan.

1. Tubuh Mendapatkan Vitamin D

Vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh 90% nya berasal dari sinar matahari? Sinar matahari merangsang tubuh untuk menghasilkan vitamin D. Berjemur di bawa sinar matahari selama 10-15 menit dapat menghasilkan 1000 IU (unit internasional sinar ultraviolet) sampai 3000 IU vitamin D, tergantung jenis kulit.

Vitamin D berperan penting untuk menjaga kesehatan tulang. Vitamin yang juga sering disebut vitamin matahari ini berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium, menjaga kadar kalsium dan fosfor tetap normal, meningkatkan pertumbuhan sel tulang dan meringankan peradangan ketika terjadi infeksi dalam tubuh.

2. Menurunkan Kadar Gula Darah

Bagi pengidap diabetes, berjemur di bawah sinar matahari dapat memberikan manfaat baik untuk kesehatan. Dalam beberapa penelitian sinar matahari dapat merangsang sekresi insulin tubuh. Pada penelitian lain ditemukan bahwa kadar glukosa darah cenderung lebih rendah pada musim panas. Manfaat berjemur bagi pengidap diabetes juga tidak dapat dilepaskan dari efek tercukupinya produksi vitamin D yang memberi berbagai manfaat bagi tubuh.

3. Meningkatkan Sirkulasi Darah

Manfaat berjemur di bawah sinar matahari lainnya adalah untuk meningkatkan sirkulasi darah dengan cara melebarkan pembuluh darah di kulit. Dengan begitu, akan lebih banyak nutrisi dan oksigen yang bisa dibawa menuju sel-sel, sehingga tubuh pun jadi lebih sehat.

4. Memperbaiki Suasana Hati

Tidak hanya merangsang tubuh untuk memproduksi vitamin D, sinar matahari juga merangsang tubuh untuk menghasilkan hormon serotonin, sebuah neurotransmitter di otak yang mengatur suasana hati. Kadar hormon serotonin yang tinggi dapat membuat suasana hati menjadi lebih positif. Hasilnya, pikiranmu akan lebih tenang dan mental pun lebih fokus.

5. Mengatasi Depresi Musiman

Depresi musiman atau Seasonal Affective Disorder (SAD) adalah tipe gangguan depresi yang berulang yang terjadi pada musim yang sama setiap tahun. Biasanya gangguan ini muncul di waktu sinar matahari jarang muncul, yaitu musim hujan atau musim dingin. Makanya, gangguan ini juga dikenal sebagai “winter blues”.

Nah, Anda bisa terhindar dari depresi musiman dengan cara berjemur secara rutin. Tubuh yang terpapar sinar matahari akan memproduksi hormon endorfin yang merupakan suatu antidepresan alami yang berguna untuk mengatasi kasus depresi musiman.

Meski dapat memberikan banyak manfaat, kamu tetap perlu memerhatikan waktu terbaik untuk berjemur agar dapat terhindar dari dampak buruk sinar matahari seperti kanker kulit. Waktu terbaik untuk berjemur di bawah sinar matahari langsung adalah sebelum jam 10 pagi dan setelah jam 4 sore. Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, berjemur selama 5 sampai 15 menit setiap hari sudah cukup untuk mendapatkan manfaat yang baik bagi tubuh. (Halodoc/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.