Jumat, 5 Juni 20

Ini Alasan WNI yang Negatif Virus Corona Tetap Diobservasi

Ini Alasan WNI yang Negatif Virus Corona Tetap Diobservasi
* WNI yang dievakuasi dari Wuhan di Observasi di Natuna. (Foto: Humas Kemenkes)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah Indonesia telah melakukan evakuasi terhadap WNI yang berada di Wuhan, China untuk kembali ke Tanah Air. Namun sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing para WNI ini harus diobservasi di Natuna.

Dari hasil observasi para WNI disimpulkan dalam keadaan sehat dan tidak ada gejala seperti tertular virus corona. Namun mereka harus tetap dikarantina, mengapa demikian?

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Anung Sugihantono, M. Kes mengatakan alasan mereka masih diobservasi merupakan protokol kesehatan yang harus dilakukan. Pasalnya mereka dari wilayah terjangkit virus novel corona.

”Ini (observasi WNI dan WNA) merupakan protokol kesehatan. Yang kembali adalah mereka yang ada di dalam kekarantinaan wilayah di Cina. Dan ini berlaku umum, kita mempunyai UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,” katanya, dalam keterangan tertulisnya (4/2/2020).

Itu sebabnya, lanjut Anung, 3 orang WNI yang tidak lolos skrining otoritas Cina dan tidak bisa pulang bukan karena sakit tertular nCoV melainkan belum memenuhi syarat untuk keluar dari wilayah isolasi Cina.

”Karena kalau sampai otoritas Tiongkok mengeluarkan orang yang sebenarnya tidak boleh keluar, mereka akan disanksi bukan hanya dari otoritas Tiongkok tapi sekaligus oleh otoritas dunia,” katanya.

Observasi dilakukan selama 1 kali masa inkubasi, yakni 14 hari. Orang yang saat ini diobservasi adalah orang sehat, namun karena mereka dari daerah tempat virus corona menyebar, maka mereka tetap harus dilkukan observasi.

”Ini kaidah internasional,” tegas dr. Anung.

Selama observasi ini, WNI dan satu orang WNA dipantau terus dan didorong untuk meningkatkan derajat kesehatan mereka. Di antaranya dengan aktivitas yang sudah disusun seperti olahraga dan makan makanan yang sudah disiapkan, dan tentu dengan suasana yang dibangun dalam konteks kebersamaan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.