Sabtu, 19 Oktober 19

Industri Jadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Industri Jadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meninjau pameran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS)  Tahun 2018 di Ruang Semeru JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4/2018). (Foto: Humas Setkab/Jay)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Di sektor industri banyak hal yang sudah dilakukan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) selama empat tahun, seperti pemerataan pembangunan yang didorong hingga pelosok Nusantara.

Di Pulau Jawa telah tumbuh kawasan industri baru serta 22 sentra industri kecil dan menengah, hal itu membuat industri besar dan sedang bertambah sebanyak 5.898 unit usaha pada 2017. Sementara industri kecil bertambah hingga 970.000 unit usaha selama empat tahun.

Penambahan tersebut terjadi pada periode 2014-2017 sehingga populasi industri besar dan sedang tumbuh dari 25.094 unit usaha pada 2014 menjadi 30.992 unit usaha di tahun 2017. Hal itulah yang menjadi fokus pemerintah untuk terus menumbuhkan sektor industri manufaktur, baik itu skala besar, sedang, dan kecil. Perlu diketahui yang membuat populasi industri tumbuh tidak terlepas dari peran pemerintah yang gencar menarik investasi masuk Indonesia.

Upaya menciptakan iklim bisnis yang kondusif dengan memberikan paket kebijakan ekonomi serta kemudahan dalam perizinan usaha berhasil digalakan oleh pemerintahan Jokowi melalui Kementerian Perindustrian sehingga sukses mencatatkan investasi di sektor industri manufaktur pada 2014 sebesar Rp195,74 triliun, naik menjadi Rp274.09 triliun pada 2017. Sementara pada semester I tahun 2018, penanaman modal di sektor industri pengolahan sudah menembus Rp121,56 triliun. Di sektor industri ada lima investasi besar pada paruh pertama tahun ini, hal itu sesuai dengan prioritas industri 4.0 atau Making Indonesia 4.0, yakni industri makanan dan minuman mampu berkontribusi hingga 29,14 persen dari total investasi di kelompok industri manufaktur.

Tidak berhenti di situ saja, pemerintah juga mencatatkan penanaman modal dari industri kimia yang menyumbang sebesar 28,97 persen yang diikuti industri barang logam, komputer, barang elektronika, mesin, dan perlengkapan sekitar 18,89 persen. Sementara untuk industri alat angkutan, pemerintah membukukan 5,53 persen, serta industri tekstil dan pakaian jadi 4,65 persen. Maka dari investasi tersebut, terjadi aktivitas industri yang memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional sehingga berdampak pada peningkatan terhadap penyerapan tenaga kerja dan nilai ekspor. Pada 2014, tenaga kerja di sektor industri sebanyak 15,62 juta orang, tumbuh signifikan menjadi 17,92 juta orang hingga semester I-2018.

Selain itu sepanjang tahun 2014, pemerintah berhasil menaikan nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas hingga menyentuh angka USD119,75 miliar, naik menjadi USD125,02 miliar di tahun 2017, dan pada semester I-2018, jumlah ekspor produk industri kita sebesar USD63,01 miliar, naik 5,35 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Nilai ekspor produk industri di pertengahan tahun tersebut memberikan kontribusi sebesar 71,59 persen dari total ekspor nasional yang mencapai USD88,02 miliar. Artinya, banyak produk industri manufaktur nasional yang sudah kompetitif di pasar global. Tak hanya itu, selama empat tahun, pemerintah juga berhasil meningkatkan daya saing industri nasional, Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada nilai tambah industri sebesar USD34 miliar, meningkat dari tahun 2014 yang mencapai USD202,82 miliar menjadi USD236,69 miliar saat ini. Capaian tersebut juga menunjukkan industri merupakan tulang punggung ekonomi di Indonesia, karena secara konsisten industri pengolahan selalu menjadi the biggest contributor dari ekonomi Indonesia, dengan rerata 20 persen. (Iqbal)

Artikel ini dalam versi cetak dengan judul “Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia”” telah dimuat di dimuat di Majalah Men’s Obsession Edisi Januari 2019.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.