Selasa, 20 Oktober 20

Industri ‘Fashion’ Tetap Optimis di Tengah Badai Covid-19

Industri ‘Fashion’ Tetap Optimis di Tengah Badai Covid-19
* Koleksi Work from Home Nina Nugroho. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda Indonesia bukan hanya menelan banyak korban jiwa, namun juga mengganggu jalannya roda perekonomian.

 

Baca juga:

Upaya Pemkab Kebumen Mengatasi Tingginya Pengangguran Akibat Corona

Perangi Covid-19, Pegadaian Salurkan Bantuan 500 Surgical Gown kepada RSPP Jakarta

 

Berbagai industri terkena efek buruk yang menyakitkan. Salah satunya industri fashion. Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan berbagai mal, restoran, kafe, tempat wisata ditutup dan terjadi perubahan gaya hidup manusia di rumah saja yang tidak lagi memikirkan penampilan.

Desainer & Penasihat Indonesia Fashion Chamber Taruna K Kusmayadi mengatakan, kegiatan berbelanja fashion dilakukan berdasarkan adanya kebutuhan.

“Sekarang kita tengah melakukan social distancing. Saya rasa keperluan untuk silahturahmi juga ditiadakan dan otomatis berdampak pada consumer’s behavior, sehingga akhirnya terjadi penurunan minat berbelanja,” kata Taruna seperti dikutip obsessionnews.com dari womensobsession.com.

Banyak orang selama di rumah saja lebih memilih busana yang nyaman. Menurut Taruna, mungkin inilah yang menjadi ‘pasar baru’ dari gaya hidup masyarakat terkini dan sudah saatnya industri fashion mengubah konsep maupun strateginya.

“Misalnya merancang produk piama atau kimono yang nyaman, tapi unik dan busana yang berfungsi sebagai baju rumah. Karena konsumen belum merasakan urgensinya untuk membeli lainnya, seperti busana formal atau pesta,” ujar Taruna yang berusaha untuk tetap optimis di tengah badai Covid-19.

 

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.