Rabu, 20 November 19

Indonesia Promosikan Ekonomi Kreatif di Melbourne

Indonesia Promosikan Ekonomi Kreatif di Melbourne
* Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne, Australia, bekerja sama dengan Indonesian Trade Promotion Centre Sydney menyelenggarakan Creative Economy Forum (CEF) 2019 di CQ Function, Melbourne, 8-9 Oktober 2019. (Foto: KJRI Melbourne)

Melbourne – Untuk  mempertemukan para pelaku ekonomi kreatif, pebisnis, serta pemerintah Indonesia dan Australia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne, Australia, bekerja sama dengan Indonesian Trade Promotion Centre Sydney menyelenggarakan Creative Economy Forum (CEF) 2019 di CQ Function, Melbourne, 8-9 Oktober 2019. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi ekonomi kreatif Indonesia (creative economy forum) yang menjadi fokus KJRI Melbourne pada 2019. Setelah sebelumnya aktif mempromosikan kuliner, fesyen, dan kopi, kegiatan CEF 2019 menjadi puncak kegiatan.

Dikutip obsessionnews.com dari situs Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Selasa (15/10), beberapa pelaku ekonomi kreatif Victoria telah memiliki kerja sama dengan pebisnis di Indonesia, seperti SVI Global Pty Ltd dengan Jakarta Fashion Week, dan Navanti Pty Ltd dengan Food Lab dan Dum Dum. Namun, Indonesia harus terus meningkatkan dan memanfaatkan peluang kerja sama ekonomi kedua belah pihak.

Dari sebanyak 16 subsektor ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh Indonesia, kegiatan CEF 2019 itu sendiri fokus pada subsektor yang memiliki potensi kolaborasi antara Indonesia dan Victoria, yaitu fesyen dan tekstil, film, animasi, video, kriya, UKM, aplikasi  dan pengembangan Permainan, serta kuliner.

Konjen RI Melbourne Spica A. Tutuhatunewa mengatakan, pada CEF 2019 diselenggarakan forum bisnis, serta mini exhibition yang memamerkan industri kreatif Indonesia dan Victoria, antara lain yang berasal dari Provinsi  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupa kerajinan perak, batik, animasi dan produk digital, Jawa Barat (sustainable products berbahan bambu, kayu, dan rotan), Navanti Pty Ltd (produk digital di bawah naungan diaspora Indonesia), The Q Coffee dan The Little Man Cafe (produk sustainable Indonesian coffee bean milik diaspora Indonesia), serta DWP KJRI Melbourne dan diaspora Indonesia (batik patchworks serta kriya berbahan wastra Nusantara).

CEF secara khusus didukung oleh Pemerintah Provinsi DIY, dan dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X guna memberikan dukungan terhadap pengembangan kerja sama ekonomi kreatif dimaksud.

Tampak hadir pada kegiatan sejumlah orang mewakili pemerintah, serta pelaku ekonomi kreatif dan bisnis Indonesia dan Victoria, yakni Dubes RI Canberra, Gubernur DIY, Pemeritah Jawa Barat, Global Vic, Launch Vic, City of Melbourne, AIBC National, AIBC Victoria, IABC National, IABC DIY, Kadin DIY, dan lain-lain. ​(arh)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.