Jumat, 27 Mei 22

IDI: Era MEA, Kita Jangan Jadi Kacung di Negeri Sendiri

IDI: Era MEA, Kita Jangan Jadi Kacung di Negeri Sendiri
* I Oetama Marsis.

Jakarta, Obsessionnews – Saat ini Indonesia memasuki pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), di mana tenaga profesional termasuk dokter dari negara-negara ASEAN akan bebas bekerja di Indonesia dan sebaliknya dokter dari Indonesia boleh buka praktek di negara-negara ASEAN.

Hal ini membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) harus mempersiapkan diri dalam meningkatkan kompetensi standar para dokter, agar siap menjadi dokter-dokter handal. Jika IDI tak berbenah diri, ini akan menjadi ancaman.

“Mulai saat ini dan mulai 2015, IDI sudah mendorong, meningkatkan stantar kompentensi dokter Indonesia untuk mencapai high level teknologi,” ucap Ketua Umum IDI Prof Dr I Oetama Marsis Sp.OG (K) kepada Obsessionnews.com, Jumat (8/1/2016), di kantor IDI, Menteng, Jakarta Pusat.

Apalagi, lanjut Oetama, dengan adanya Peraturan Presiden yang memberikan kesepakatan penanaman modal asing untuk membuka rumah sakit di Indonesia dengan pemilik saham 69 persen, maka hal ini berarti mereka (investor negara asing) punya hak untuk membawa dokternya sendiri.

Selain itu, mereka berarti mempunyai hak juga untuk membuka networknya dalam pelayanan primer dengan klinik pratama yang bagus sekali, jadi ini akan menjadi peluang mereka untuk menarik pasien-pasien high level, merujuk mereka dengan mempunyai high teknologi.

“Nanti tinggalah dokter-dokter spesialis Indonesia dapat (menangani) golongan menengah dan miskin, yang menangani BPJS,” ujarnya.

“Jadi harus mempersiapkan diri dengan baik, kalau tidak kita akan menjadi kacung di negaranya sendiri,” jelasnya. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.