Senin, 29 November 21

ICW Adukan Fadli Zon ke MKD Soal Minta Fasilitas

ICW Adukan Fadli Zon ke MKD Soal Minta Fasilitas

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon jadi sorotan terkait beredarnya surat permintaan penjemputan untuk putrinya yang berkunjung ke New York. Hal ini akan diadukan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada hari ini, Kamis (30/6/2016).

“Permohonan fasilitas penjemputan dan bantuan transportasi tersebut, menurut ICW, melanggar Pasal 6 Ayat 4 Peraturan DPR tentang Kode Etik DPR,” tegas Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/6).

Bunyi aturan tersebut adalah berikut: Anggota dilarang menggunakan jabatannya untuk mencari kemudahan dan keuntungan pribadi, Keluarga, Sanak Famili, dan golongan.
Oleh karena itu, ICW bersama Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem), dan Indonesia Budget Center (IBC) akan melaporkan Fadli Zon kepada MKD. Pelaporan ini dilakukan dalam rangka mendorong MKD menegakkan etik DPR serta mencegah persoalan ini menjadi persoalan yang terus berulang,” ungkap Koordinator ICW.

Sebelumnya, Fadli Zon membantah mengirimkan surat kepada KJRI New York yang meminta fasilitasi atas anaknya yang sedang mengikuti kegiatan Stagedoor Manor Camp. Fadli menyebut dia hanya melapor kepada stafnya yang mungkin ditindaklanjuti dengan surat ke KJRI. Fadli sudah meminta maaf dan siap mengganti biaya yang dikeluarkan KJRI.

Namun menurut Adnan Topan Husodo, publik tengah dihebohkan oleh surat Sekjen DPR RI kepada Duta Besar RI untuk Amerika Serikan di Washington D.C dan Konsul Jenderal RI di New York yang membawa nama Wakil Ketua DPR Fadli Zon beserta anaknya. Surat tersebut berisi permohonan penjemputan dan pendampingan puteri Fadli Zon, Shafa Sabila Fadli, yang melakukan perjalanan ke New York.

Donald Trump dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (ist)
Donald Trump dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (ist)

Fadli Zon Jelaskan ke Akom Lewat WA
Ketua DPR RI Ade Komarudin mengungkapkan dirinya telah mendapatkan penjelasan dari wakilnya, Fadli Zon, ihwal katabelece permintaan penjemputan dan pendampingan putri Fadli kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York.

“Saya sudah dapat penjelasan dari Pak Fadli lewat grup WhatsApp,” ujar politikus Golkar yang akrab disapa Akom itu di gedung DPR, Rabu (29/6), seperti dilansir Tempo.

Namun Akom enggan membuka isi pesan yang dikirim Fadli. Akom berdalih baru melihat judul pesannya saja, sehingga belum dapat menganalisa masalah yang terjadi. “Isinya panjang lebar,” kata dia.

Sebelumnya, beredar surat permintaan fasilitas penjemputan dan pendampingan untuk putri Fadli, Shafa, yang akan berkunjung ke New York. Dalam surat itu tercantum jadwal dan rute penerbangannya.

Surrat tersebut berkop dan berasal dari Sekretariat Jenderal DPR yang ditujukan bagi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York. Surat bernomor 27/KSAP/DPR RI/VI/ 2016 tertanggal 10 Juni 2016 itu ditandatangani Kepala Biro KSAP (Kerja Sama Antar-Parlemen) Saiful Islam.

Dalam surat tersebut, ditampilkan 12 digit nomor pribadi Shafa. Selain itu, ada nomor kontak Kedutaan Besar Republik Indonesia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Sekretariat Jenderal DPR, dan Sekretariat Tata Usaha Ketua DPR.

Fadli sudah membantah permintaan penjemputan dan pendampingan itu. Menurut dia, permohonan penjemputan ini merupakan inisiatif dari stafnya. Ia menyatakan siap mengganti dana uang bensin Konsulat Jenderal yang terpakai.

Permintaan pendampingan itu, menurut dia, tidak ada gunanya. Sebab, anaknya mengikuti kegiatan Stagedoor Manor Camp, yang mengharuskan dia tinggal dan menetap di Loch Sheldrake, sebuah tempat terpencil yang berjarak 2 jam perjalanan dari New York, tanpa didampingi siapa pun. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.