Minggu, 21 April 19

Ibu Mufidah JK Pimpin Dekranas dan Kemenkop Kunjungi Mamuju

Ibu Mufidah JK Pimpin Dekranas dan Kemenkop Kunjungi Mamuju
* Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Bintang Puspayoga bersama Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi saat berkunjung ke Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto : dok Smesco Indonesia)

Mamuju, Obsessionnews.com – Kementerian Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), serta Tim Penggerak PKK menggelar sinergi program di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Sinergi kegiatan ini merupakan lanjutan dari program yang sama yang telah dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.  

Kegiatan sinergi program dilaksanakan tanggal 18-20 Maret 2019 itu meliputi Pelatihan oleh Kemenkop dan UKM dengan target peserta sebanyak 440 pelaku usaha, yang terdiri atas Penyuluhan Perkoperasian Usaha Bersama Pra Koperasi sebanyak 50 peserta, Konsultasi dan Pemberkasan sertifikasi Hak Cipta Produk KUKM sebanyak 50 peserta, Pelatihan Kewirausahaan sebanyak 40 peserta, Pelatihan Vocation Keterampilan Teknis bagi SDM KUKM sebanyak 30 peserta, Pelatihan Perkoperasian sebanyak 30 peserta, Temu mitra KUKM Produk Unggulan Daerah sebanyak 40 peserta dan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir sebanyak 200 peserta.            

Selain itu juga ada Penerima Bantuan Program Kementerian Koperasi dan UKM berupa Program Bantuan Kredit Usaha Rakyat dari Deputi Pembiayaan sebanyak 3 orang, Bantuan Modal Usaha untuk UMK Pasca Bencana dari Deputi Restrukturisasi sebanyak 6 orang, Program Bantuan Wirausaha Pemula dari Deputi Pembiayaan sebanyak 3 orang, Penyerahan sertifikat hak cipta dari Deputi Propasar sebanyak 2 orang.

Sebagaimana diketahui bahwa industri kerajinan telah berkembang dengan pesat di seluruh pelosok nusantara mengingat bahan baku lokal banyak tersedia seperti berbagai serat alam untuk anyaman, tanah liat untuk keramik, kayu, batuan, logam dan lain-lain. Industri ini tumbuh sangat bervariasi dari skala mikro, kecil  sampai skala menengah dan berbagai kendala masih dihadapi terutama dalam hal permodalan, pemasaran, teknik produksi dan lain-lain.

Sementara itu persaingan di pasar global semakin ketat, oleh karena itu diperlukan upaya-upaya nyata untuk mendorong para perajin agar lebih giat lagi supaya dapat bersaing. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kemampuan SDM untuk mengembangkan produk-produk kerajinan yang berdaya saing sehingga laku di pasar. 

“Oleh karena itu saya menyambut baik penyelenggaraan kegiatan sinergi ini yang akan dimulai pada hari ini, dalam upaya meningkatkan wawasan UMKM Perajin agar lebih berdaya saing,” kata Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla melalui siaran pers, Rabu (20/3/2019).

Mufidah mengatakan Dekranas sebagai mitra pemerintah telah melakukan berbagai program dan kegiatan dalam membina dan  mengembangkan UKM kerajinan di seluruh wilayah nusantara. Dalam hal ini Dekranas selalu bersinergi dengan Kementerian terkait dan Dekranasda dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pembinaan dan pengembangan UKM kerajinan.

Dekranas memandang sangat penting untuk melakukan pembinaan dan pengembangan UMKM di Sulbar ini mengingat banyak potensi yang dapat dikembangkan di provinsi tersebut seperti tenun, kerajinan kayu dan lain-lain. 

“Dalam kaitan ini, saya sangat mengharapkan agar peran Dekranasda Provinsi Sulawesi Barat terus ditingkatkan dalam rangka mengetahui dan menggali potensi produk kerajinan yang dapat dikembangkan kemudian dilanjutkan dengan memotivasi para perajin untuk  dapat menghasilkan produk-produk kerajinan yang berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi,” katanya.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan pelatihan-pelatihan khususnya di bidang desain. Menurut Mufidah, peningkatan kreatifitas dan inovasi desain perlu dilakukan, namun tetap mempertahankan identitas tradisional agar nuansa warisan budaya tetap harmoni dengan kekinian, sehingga produk kerajinan menjadi produk yang sangat diminati dan memiliki daya saing tinggi di pasar global. 

“Untuk itu kami sangat mengharapkan peran Dekranasda Provinsi Sulawesi Barat agar dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi perajin, dengan menggali motif-motif khas Sulawesi Barat disamping untuk meningkatkan daya saing juga untuk mempertahankan warisan budaya atau untuk mempertahankan kearifan lokal,” pungkas Mufidah.

Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Bintang Puspayoga menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini untuk perkuatan sinergi program bersama antara Kemenkop dan UKM, Dekranas dan Tim Penggerak PKK, serta memberikan pembekalan tentang perkoperasian, kewirausahaan, akses modal dan pemasaran kepada para pelaku usaha untuk UMKM, Tim penggerak PKK serta para perajin Tenun Mandar Mamasa dan Sekomandi dapat mengangkat produk unggulan dan kearifan lokal Mamuju.

“Semoga sinergi program Kementerian Koperasi dan UKM dan Dekranas di Propinsi Sulawesi Barat ini dapat memberikan manfaat bagi para pelaku usaha di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat,” kata Bintang.

Sinergi program antara Kemenkop dan UKM dengan Dekranas dibuka oleh Ibu Mufidah Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dekranas, dengan dihadiri Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Bintang Puspayoga, para Deputi dan direksi BLU pada Kemenkop dan UKM, Gubernur Sulbar, kepala dinas yang membidangi koperasi dan UKM, serta mitra dan pelaku usaha. 

Disamping pelaksanaan kegiatan pelatihan, juga dilakukan peninjauan ke 15 stand/booth UKM yang ada di pameran mini UKM perajin se-Provinsi Sulbar oleh Ibu Mufidah JK bersama rombongan. Produk yang dipamerkan antara lain kain tenun lokal khas Provinsi Sulbar (Tenun Sutra Mandar, Tenun Sekomandi, dan Tenun Sambu Mamasa), olahan pangan dan kerajinan.

Selain itu, Kemenkop UKM bersama Dekranas dan Tim Penggerak PKK juga bersinergi menggelar bakti sosial di daerah yang terdampak bencana banjir, yaknj Kelurahan Bebanga Dusun Kampung Baru dan Dusun Makkarma. Pelaksanaan baksos berupa pemberian bantuan 300 paket sembako senilai Rp 51 juta, 100 tas dan alat tulis sekolah, serta pakaian balita.

Kemenkop dan UKM juga memberikan Bantuan Pemerintah kepada pelaku KUMKM Sulteng yang terdampak bencana, seperti Palu, Sigi, dan Donggala, dengan total bantuan senilai Rp 750 juta. Sebelum diberikan, UMK calon penerima bantuan dilakukan seleksi terlebih dahulu oleh Dinas Koperasi dan UKM Kab/Kota setempat. 

“Atas nama Panitia penyelenggara, kami mengucapkan terima kasih, atas semua dukungan dan kontribusi para stakholeder terkait sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik, dan kami mohon maaf apabila dalam penyelenggaran kegiatan ini terdapat kekurangan serta ketidaknyamanan selama acara berlangsung,” ucap Direktur Utama LLP-KUKM, Emilia Suhaimi di sela-sela acara. 

LLP KUKM yang juga dikenal dengan Smesco Indonesia dipercayakan sebagai penanggungjawab kegiatan dengan mendapat dukungan dari pemerintah provinsi setempat. “Diterima secara khusus oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Bapak Muhammad Idris di Rumah Dinas beliau dengan didampingi oleh Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan beserta jajarannya. Arahan Sekda melihat dari sisi kemanfaatan dan output dari kegiatan ini,” papar Emilia.

Smesco Indonesia dalam hal ini juga melakukan kegiatan temu mitra KUKM produk unggulan daerah dengan fokus materi mengenai kemasan meningkatkan nilai jual produk. Temu mitra ini menghadirkan 40 peserta UKM lokal, sedangkan narasumber, yakni Ibu Darningsih Narasumber yang punya keahlian dibidang packaging  produk.

Emilia mengatakan dengan kemasan produk yang baik dari sisi bentuk dan desain dapat meningkatkan nilai jual suatu produk. “Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, UKM binaan Smesco Indonesia mendapat pengetahuan lebih mengenai kemasan produk yang baik dan dapat diaplikasikan pada masing-masing produk UKM itu sendiri,” tutur Emilia.

Lurah Bebanga Rusdin Ch, yang ikut hadir dalam acara itu meminta dukungan pemerintah mengadakan kegiatan pelatihan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir. Pada 29 Februari 2019 lalu 5 dusun di Bebanga, Mamuju dilanda banjir bandang, yakni Ahuni, Kampung Baru, Makarama, Saluleang, dan Samak.

“Kami berharap  pemerintah dapat memberikan pelatihan untuk ibu dan bapak terdampak bencana. Juga merehabilitasi rumah-rumah yang terkena bencana. Masyarakat sangat mengharapkan bantuan tersebut,” kata Rusdin. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.