Rabu, 20 Oktober 21

Hindari Penularan Klaster Covid-19 Pemerintah Minta Sekolah dan Orang Tua Siswa Kerja Sama Soal Prokes

Hindari Penularan Klaster Covid-19 Pemerintah Minta Sekolah dan Orang Tua Siswa Kerja Sama Soal Prokes
* Sekolah tatap muka. (Foto: Edwin B/obsessionnews)

Jakarta, obsessionnews.comPemerintah telah membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah yang daerahnya sedang menjalani pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1, 2, dan 3. Meski begitu, pemerintah menyarankan pihak terkait untuk kerja sama dalam menanganani Covid-19 ini.

Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) per 20 September 2021, dari 46.500 sekolah yang melaksanakan PTM, 2,8% atau 1.296 di antaranya melaporkan klaster Covid-19.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan, sekolah harus mengambil pelajaran dari temuan klaster tersebut.

“Perlu kerja sama yang baik antara pihak sekolah, orang tua dan siswa. Protokol kesehatan (Prokes) sangat penting ditegakkan untuk menghindari penularan di komunitas termasuk sekolah,” ujar Nadia dalam keterangan resminya, Kamis (23/9/2021).

Nadia mengingatkan beberapa hal yang harus diperhatikan di sekolah adalah cara menerapkan Prokes, seperti menjaga jarak minimal satu meter, memakai masker, dan memastikan siswa mencuci tangan dengan sabun dan air secara teratur.

“Bantu kami mewujudkan pelaksanaan protokol kesehatan, semua harus patuh dan jangan sungkan untuk mengingatkan orang lain yang tidak taat protokol kesehatan. Bersama kita bisa akhiri pandemi ini dan bebas dari Covid-19. Teruskan perjuangan kita bersama, untuk merdeka dari Covid-19. Ayo pakai masker dan segera divaksinas,” katanya.

Untuk itu, Nadia kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda-nunda bila ada kesempatan vaksinasi Covid-19. Terutama bagi lansia yang menjadi kelompok prioritas dalam vaksinasi nasional. “Sekali lagi kami tekankan, bahwa kelompok lansia harus diprioritaskan,” ucapnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.