Senin, 29 November 21

Hebob Salib Palu-Arit, Morales Dianggap Manipulasi Tuhan

Hebob Salib Palu-Arit, Morales Dianggap Manipulasi Tuhan

Jakarta, Obsessionnews – Dalam lawatannya ke Bolivia, Paus Fransiskus menerima cinderamata berupa salib dengan kombinasi palu-arit yang merupakan simbol komunisme dari Presiden Evo Morales. Hal tersebut, kemudian memicu perdebatan sengit di kalangan pemeluk Katolik.

“Morales telah memanipulasi Tuhan,” begitu kata salah seorang Uskup Katolik.

Uskup Spanyol, Jose Ignacio Munilla yang berkicau di lama twitternya mengatakan kalau cinderamata tersebut merupakan arogansi besar memanipulasi Tuhan untuk ajaran ideologi atheis. Sementara Uskup Bolivia sendiri, Gonzalo del Castillo seperti diberitakan kantor berita AFP berkomentar kalau hal tersebut merupakan sebuah provokasi dan gurauan.

Di halaman facebook kantor berita Katolik, kemarahan juga muncul. Salah seorang penggunanya mengatakan bahwa tidak sederhana menggabungkan komunisme dengan Kristiani.

Federico Lombardi yang merupakan juru bicara Vatikan mengatakan bahwa ekspresi Paus tampak terkejut setelah mendengar asal-usul hadiah itu.

“Bagaimanapun saya tidak berpikir untuk menaruh simbol ini di altar Gereja,” kata Lombardi.

Salib tersebut, dibuat berdasarkan rancangan Luis Espinal, seorang Pastur Jesuit yang dibunuh pada tahun 1980 oleh milisi sayap kanan.

Menteri Komunikasi Bolivia Marianela Paco, mengatakan kepada Radio Bolivia bahwa arit membangkitkan petani, palu bagi tukang kayu mewakili pekerja sederhana, yakni umat Tuhan.

Paco juga menambahkan tidak ada motif lain dibalik pemberian hadiah tersebut.

Meski interpretasi yang muncul berbeda-beda atas reaksi Paus ketika menerima hadian itu, Vatikan sendiri mencoba meredakan perdebatan. Diberitakan kalau Salib Palu-Arit tersebut bukan untuk menghina Paus. Namun, demi mengenang martir Jesuit yang tewas lantaran membela kaum miskin serta tekanan di Bolivia.

Selama ini, Paus diduga mendalami ajaran Marxisme seteah beberapa kali dalam pidatonya mengkritik dominasi kapitalisme serta ketidaksetaraan.

Dalam lawatannya ke negara-negara Amerika Latin yang akan berakhir hari ini, Senin (13/7), setelah mengunjungi Bolivia, Paus dijadwalkan mampir ke Paraguay.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.