Rabu, 27 Oktober 21

Hasto Ungkap AS Pernah Bertemu Hendropriyono

Hasto Ungkap AS Pernah Bertemu Hendropriyono

Jakarta, Obsessionnews – Plt. Sekjen PDI-P Hasto Kristyanto memenuhi undangan Komisi III DPR RI untuk membahas mengenai dugaan keterlibatan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (AS) dalam permainan politik pada menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.

Hasto mengaku kedatangannya ke DPR bukan sebagai politisi yang mewakili PDI-P, melainkan sebagai warga negara Indonesia (WNI) biasa yang akan menyampaikan beberapa hal kepada wakil rakyatnya. Meski demikian, apa yang dibicarakan oleh Hasto tidak bisa dilepaskan dari aktivitas politik PDI-P dan juga pendukungnya yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Misalnya, selain melakukan pertemuan dengan Sekjen PDI-P saat itu Tjahjo Kumulo, Hasto juga mengatakan, Abraham Samad telah melakukan pertemuan politik dengan mantan Kepala BIN Hendropriyono dan juga mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjojanto. Menurutnya, pertemuan itu jelas membahas masalah keinginan Abraham untuk menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo.

“Ada juga pertemuan lobi politik dengan Hendropriyono dan Andi Widjojanto untuk memuluskan langkah (Abraham jadi cawapres Jokowi) tersebut,” ungkap Hasto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Dari enam kali pertemuan dengan para tokoh politik, menurut Hasto, pertemuan Abraham Samad dengan Hendropriyono dan Andi terjadi pada saat pertemuan keempat dan kelima. ‎Namun sayangnya, Hasto tidak bisa menjelaskan dimana saja pertemuan itu berlangsung. Ia hanya mengatakan pertemuan itu terjadi di sebuah hotel di Jakarta.

Terakhir, Hasto mengaku‎ bertemu dengan Abraham di rumahnya di daerah Pulo Mas, Kelapa Gading, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Hasto kemudian menyampaikan kabar kurang baik kepada Abraham, lantaran PDI-P dan partai pendukungnya lebih memilih Jusuf Kalla (JK) sebagai pendamping Jokowi dengan pertimbangan JK punya basis politik yang lebih besar dibanding Ketau KPK itu.

“Di Pulomas, kami sampaikan kabar kurang menyenangkan buat beliau (Abraham). Beliau menyatakan, ‘Saya tahu yang menyebabkan kegagalan adalah Budi Gunawan karena saya sudah menyadap’,” ucap Hasto menirukan omongan Abraham saat itu.

Komisi III DPR Panggil Semua Pihak
Menanggapi adanya manuver politik Hasto, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny Kaharman mengatakan, DPR akan segera memanggil pihak-pihak terkait termasuk orang-orang yang disebut oleh Hasto pernah melakukan pertemuan dengan Abraham guna membahas persoalan politik.

“Setelah ini, komisi akan melangkah lebih lanjut dengan memanggil nama-nama yang disebutkan untuk klarifikasi. Supaya apa yang disampaikan Hasto ini tidak merusak institusi KPK,” ujar Benny.

Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, tujuan pemanggilan tersebut tidak lain untuk mendapat informasi yang jelas mengenai permainan politik Abraham, dan hubungannya dengan kasus hukum yang menjerat calon Kapolri Komjen Polisi Budi Gunawan. Sebab, ditengarai kasus ini ada kaitanya dengan gagalnya Abraham menjadi cawapres Jokowi.

Bahkan dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan segera membentuk Komite Etik khusus untuk mendalami dugaan pelanggaran kode Abraham Samad. Jika terbukti bersalah, maka DPR tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.

“Apakah pertemuan politik pernah terjadi dan didukung dengan beberapa alat bukti. Bila unsur pidana terbukti, Komisi III akan mengambil sikap, apakah Abraham dalam hal ini sebagai pimpinan KPK atau sebagai apa?,” ujarnya.

Menurut Aziz, dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Abraham bisa terlihat, apakah Abraham telah bener-bener sesuai menepati janjinya pada saat melakukan uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Atau selama ini ada dugaan pelanggaran sumpah jabatan yang dilakukan olehnya.

“Apabila salah satu pejabat publik yang melalui fit and proper test telah melanggar janji, tentu ada sanksinya. Nanti akan kami bahas, salah satunya mengenai komisi etik,”‎ bebernya.

Sementara Hasto sendiri mengaku punya bukti yang kuat soal keterlibatan Abraham dalam permainan politik di Pilpres 2014. ‎Ia bahkan meminta kepada penyidik Bareskrim Polri untuk mengunakan alat uji kebohongan pada saat memeriksa Abraham. Ia menilai publik sudah banyak yang menanti ingin tahu kebenaran yang sesunguhnya dari konflik antara KPK Vs Polri.

“Kami siap dipanggil oleh Bareskrim dan KPK itu sendiri. Saya usulkan agar digunakan tes kebohongan saat di Baresksrim, karena ini sangat berkaitan dengan ketegangan antara KPK dan Polri,” ‎kata Hasto. (Albar)

Related posts