Kamis, 16 Juli 20

Hasil 14 Ribu Rapid Test, di Kebumen Tidak Ada Penambahan Kasus Corona

Hasil 14 Ribu Rapid Test, di Kebumen Tidak Ada Penambahan Kasus Corona
* Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memberikan pembekalan kepada para kepala desa se Kecamatan Ayah terkait penanganan corona di masyarakat. (Foto: Albar / OMG)

Kebumen, Obsessionnews.com – Selama lebih dari satu minggu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen gencar mengadakan rapid test massal sebanyak 14 ribu, di 26 kecamatan yang dipusatkan di pasar-pasar dan pusat berbelanjaan seperti swalayan.

Kegiatan rapid test massal itu berakhir pada Minggu pagi (7/6/2020) di Pasar Demangsari, Kecamatan Ayah, yang turut dihadiri Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Dari hasil rapid test massal yang dilakukan Pemkab Kebumen, alhamdulillah tidak ada penambahan kasus positif corona.

“Jadi hasilnya sejauh ini hanya ditemukan reaktif. Reaktif ini belum tentu positif karena masih dilakukan test swab,” ujar Arif usai meninjau dan berbincang-bincang dengan para pedangan Pasar Demangsari.



Setelah rapid test massal ini berakhir, selanjutnya kata Arif, Pemkab akan kembali mengadakan rapat dengan seluruh pihak terkait untuk kembali memetakan wilayah zonasi yang sejauh ini sudah dibuat oleh pemerintah. Rapid test dinilai penting untuk menganalisa perkembangan kasus corona di masyarakat.

“Hari selasa besok akan kita rapatkan lagi untuk dibuatkan rekomendasi, sistem zonasi yang kita pakai terakhir seperti apa. Karena masih ada wilayah yang masuk zona merah, dan ada yang sudah hijau,” jelasnya.

Arif menyatakan, rapid test ini cukup efektif untuk menganalisa corona di Kebumen. Ia pun bersyukur masyarakat sangat antusias untuk mengikuti rapid test massal gratis ini. Bahkan jelang new normal ini, jumlah pasien corona di Kebumen terus berkurang, hanya menyisakan dua orang dari 34 kasus.



“Meski ini terakhir, tapi tetap ada kemungkinan kita akan akan mengadakan lagi jika memang diperlukan, atau kalau terjadi ada penambahan kasus. Kita berharap sih sudah tidak ada, masyarakat sudah bisa kembali hidup normal dengan tatanan kehidupan baru,” jelasnya.

Sementara itu, Yuni Sasmita salah seorang warga di Demangsari ini mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kebumen karena telah berinisiasi untuk mengadakan rapid test massal di seluruh wilayah Kebumen. Di tengah acaman corona yang tak terlihat, warga memang membutuhkan kepastian.

“Saya selalu warga Kebumen mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten, kepada Pak Wakil Bupati yang sudah hadir langsung ke lokasi. Rapid test ini penting sekali diadakan biar kita tahu ada nggak corona di sini, karena musuh kita ini kan nggak kelihatan. Jadi kita sebagai warga juga perlu tahu biar tidak was-was,” jelasnya.

Warga Demangsari, Yuni sasmita.

Diketahui rapid test massal di Kebumen menjadi salah satu yang terbanyak di Indonesia jika dihitung dari segi populasi penduduknya. Namun demikian, di banding wilayah lain, alhamdulillah corona di Kebumen tidak mengalami peningkatan bahkan jauh berkurang.

Arif juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam penanganan corona ini. Ia mengajak kepada semua masyarakat untuk bahu membahu, gotong royong melakukan upaya pencegahan corona dengan menerapkan prilaku hidup sehat.

“Terkhusus kepada para relawan masyarakat, para tenaga medis, semua aparat baik TNI/Polri Satpol PP kepala desa, camat dan semua jajaran pegawai Pemkab termasuk para donatur dari Pertamina yang sudah membantu menyumbangkan alat rapid test untuk masyarakat Kebumen, kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah membalas kinerja kalian dengan beribu-ribu kebaikan,” tutupnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.