Selasa, 24 September 19

Habibie Izinkan Berdirinya Parpol Baru

Habibie Izinkan Berdirinya Parpol Baru
* Wakil Presiden RI BJ Habibie dilantik sebagai Presiden pada 21 Mei 1998. (Sumber foto: wikipedia.org)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Soeharto yang berkuasa di Indonesia sejak 1966 secara mengejutkan menggandeng Menteri Riset dan Teknologi Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie sebagai Wakil Presiden dalam Kabinet Pembangunan VII. Duet Soeharto-Habibie dilantik sebagai Presiden RI dan Wakl Presiden dalam Sidang Umum MPR pada Maret 1998 untuk masa bakti 1998-2003.

 

Baca juga:

BJ Habibie, Presiden Dalam Kenangan

BJ Habibie Tutup Usia

Tiga Hal yang Membuat Soeharto Kecewa dan Marah Pada Habibie

 

Pada pertengahan 1997 Indonesia dilanda krisis moneter yang berlanjut ke krisis ekonomi. Mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi agar pemerintah secepatnya mengatasi krisis ekonomi.

Pasca Soeharto dilantik menjadi Presiden untuk keenam kalinya di Sidang Umum MPR pada Maret 1998, isu yang dilontarkan mahasiswa dalam unjuk rasa bergeser menjadi tuntutan reformasi bidang ekonomi, politik, dan hukum.

Unjuk rasa semakin membesar ketika beberapa mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, tewas tertembak di kampusnya oleh aparat keamanan pada 12 Mei 1998. Selain itu puluhan mahasiswa lainnya terluka. Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie.

Pasca tragedi Trisakti tersebut aksi demonstrasi besar-besaran terjadi di seluruh Indonesia, menuntut Soeharto mundur.

Pada Kamis, 21 Mei 1998 Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya akibat desakan reformasi yang dipelopori oleh mahasiswa.    Kemudian Wakil Presiden BJ Habibie naik kelas menjadi Presiden. Ia merupakan Presiden ketiga RI. Habibie menamakan kabinetnya Kabinet Reformasi Pembangunan.

Tumbangnya Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun itu menandai bubarnya Orde Baru. Indonesia memasuki babak baru: era reformasi.  Habibie membuat sejumlah reformasi di bidang politik, antara lain ABRI dan PNS harus netral. Ini artinya ABRI dan PNS tidak wajib lagi mendukung Golkar.

Terobosan lain yang dilakukan Habibie adalah mengizinkan berdirinya partai politik (parpol) baru.  Terdapat 48 parpol peserta Pemilu 1999, yang merupakan pemilu di era reformasi. Sebelumnya di era Orde Baru hanya terdapat tiga parpol, yakni Golkar, PPP, dan PDI.

Habibie berkuasa hingga 20 Oktober 1999. Ia kemudian digantikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Habibie meninggal dunia pada usia 83 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019) sore. Habibie meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.