Minggu, 25 Agustus 19

Gus Ipul: Tak Boleh Ada Kesan GP Ansor Halangi Abdul Somad

Gus Ipul: Tak Boleh Ada Kesan GP Ansor Halangi Abdul Somad
* Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gus Ipul. (Foto/ Twitter @GusIpul_ID.)

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta  Gerakan Pemuda (GP) Ansor melakukan tabayun dengan Ustaz Abdul Somad bila dirasa ceramahnya ditunggangi oleh organisasi terlarang yang sudah dibubarkan pemerintah. GP Ansor tidak boleh melakukan intimidasi terhadap Abdul Somad.

“Perlu Ansor, Banser klarifikasi. Saya pernah jadi ketua Ansor dua periode dan apa yang terjadi di masyarakat harus kita sikapi jelas. Kita tahu, kita harus menunjukkan cinta pada Ansor, namun dalam situasi dan kondisi seperti ini maka Ansor, Banser harus bisa menunjukkan sebagai santri yang baik,” kata Gus Ipul saat berbicara dengan TvOne, Jumat (7/9/2018).

Pernyataan mantan Ketua Umum GP Ansor ini sekaligus menanggapi kabar bahwa ada penolakan kepada Abdul Somad di Jepara, Jawa Tengah, yang diduga dilakukan oleh GP Ansor. Segala kejanggalan, kata dia, harus dilakukan klarifikasi lebih dulu.

“Saya menyampaikan, teman-teman Ansor dan Banser untuk bisa tabayun dan lakukan klarifikasi langsung, sowan ke Ustaz Abdul Somad. Kalau ada yang mengganjal, ada yang mau ditanyakan bisa langsung ke Ustaz Abdul Somad. Kalau di lapangan ada kejanggalan ya bisa disampaikan ke polisi,” katanya.

Gus Ipul juga mengatakan, menurut dia, selama ini tidak ada yang aneh dengan ceramah-ceramah Abdul Somad. Ia berharap tidak ada kesan lagi GP Ansor menghalangi Andul Somad.

“Jadi jangan sampai kesannya itu adalah Ansor, Banser menahan dan melarang atau mempersulit UAS berdakwah. Misal disebut ini yang dipersoalkan ada atribut, kalau ada atribut ya dilaporkan saja ke polisi supaya clear. Sampai sekarang yang saya tahu, di Jawa Timur enggak ada (intimidasi),” lanjut dia.

Sementara itu, Sekjen MUI Anwar Abbas dalam kesempatan yang sama menyesalkan adanya penolakan terhadap Abdul Somad. Meski dia mengaku memang tak tahu siapa pihak yang menolak itu. Namun, Anwar menilai bahwa adanya penolakan maupun dugaan intimidasi memang ada hubungannya dengan tahun politik saat ini.

“Kalau tahun ini bukan tahun politik saya rasa UAS akan bebas berkeliaran di Jatim dan Jateng,” kata Anwar.

Dia mengatakan, apabila memang ada temuan pihak-pihak yang membawa atribut organisasi terlarang di acara UAS, maka seharusnya yang dilarang adalah pihak-pihak tersebut dan hal ini juga bagian dari tugas panitia.

“Saya pengagum UAS dan tidak nampak oleh saya sedikit pun pemikiran beliau yang anti-NKRI dan anti-Pancasila. Mereka ingin menanamkan cinta Tanah Air dan cinta NKRI,” kata dia lagi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.