Selasa, 29 November 22

Gus Ipul Persilakan Gugat Hasil Muktamar NU

Gus Ipul Persilakan Gugat Hasil Muktamar NU

Surabaya, Obsessionnews – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) demisioner, Saifullah Yusuf mempersilakan bagi siapa saja yang ingin menggugat hasil Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, 1-5 Agustus lalu. Lantaran sebagian PWNU menilai hasil Muktamar cacat hukum. ‎

“Itu hak setiap warga negara untuk melakukan gugatan. Silahkan saja kalau ada yang ingin menggugat hasil Muktamar NU di Jombang kemarin,” terang Gus Ipul yang juga mantan Ketua Panitia Daerah Muktamar, Senin (17/8/2015).

Menurut pria yang juga menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur, pihaknya tidak akan mempersoalkan jika ada PWNU yang ingin menggugat hasil Muktamar ke 33 NU di Jombang karena sudah mendapat dukungan dari KH Salahudin Wahid (Gus Sholah), KH Hasyim Muzadi dan KH Abdul Malik Madani.

Namun, pihaknya hanya ingin mengingatkan dan mengecek kembali siapa-siapa pihak yang akan mengajukan gugatan tersebut.

“Harus tahu dulu siapa mereka. Apa mereka yang ingin menggugat itu termasuk peserta muktamar yang ber SK atau bukan. Jika mereka peserta muktamar kemarin, datang ikut milih apa tidak, dicek satu-satu dulu dong,” kelakar Gus Ipul.

Di tegaskan Gus Ipul, Muktamar ke 33 NU di Jombang tidak akan diulang. Sebab, tidak ada pihak-pihak yang ingin mencari jabatan di NU.

“Tidak lah, di NU itu mau nyari apa?, silahkan kalau memang ada yang mau menggugat,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui bersama, sekitar 29 PWNU di Indonesia ingin menggugat hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang. Bahkan pengurus PWNU Riau, Tarmizi Tohor bersama rekan-rekannya, dalam waktu dekat akan memasukkan gugatan tersebut ke pengadilan karena sebelumnya sudah mendapat restu Gus Sholah, KH Hasyim Muzadi dan KH Abdul Malik untuk menyatakan sikap menolak hasil Muktamar di Jombang. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.