Kamis, 18 Juli 19

Google Doodle Peringati Ulang Tahun Asep Sunandar

Google Doodle Peringati Ulang Tahun Asep Sunandar
* Dua tokoh pewayangan, Semar dan Cepot dalam gaya wayang golek, menjadi Google doodle Sabtu (3/9/2016) untuk memperingati hari kelahiran dalang Asep Sunandar.

Jakarta, Obsessionnews.com – Dua tokoh pewayangan, Semar dan Cepot dalam gaya wayang golek, menjadi Google doodle atau logo Google hari ini Sabtu (3/9/2016). Google mempersembahkan doodle Semar dan Cepot  untuk memperingati hari ulang tahun Asep Sunandar Sunarya, yang semasa hidupnya dikenal sebagai maestro dalang wayang golek di Indonesia.

Asep Sunandar Sunarya.
Asep Sunandar Sunarya.

Berita tentang Asep menjadi topic trending di Indonesia. Pantauan Obsessionnews.com di mesin pencari Google berita tentang Asep menduduki peringkat teratas di antara tiga berita. Hingga pukul 11.00 WIB berita tentang Asep dicari lebih dari 200.000 kali, mengalahkan berita tentang Arema vs Madura yang dicari lebih dari 20.000 kali dan berita tentang Aa Gatot yang dicari lebih dari 10.000 kali.

Asep  dilahirkan di Bandung, Jawa Barat, 3 September 1955. Ia ditakdirkan untuk menjadi dalang oleh dalang yang sesungguhnya, yakni Tuhan. Ia begitu menyatu dengan dunia wayang golek yang Ia gelutinya sehingga penghargaan demi penghargaan, baik dari tingkat lokal, provinsi, nasional, bahkan manca negara Ia dapatkan.

Ia berhasil mempopulerkan Cepot hingga saat ini. Berkat kreativitas dan inovasinya, Asep berhasil meningkatkan lagi derajat wayang golek yang dianggap seni kampungan oleh segelintir orang. Peningkatan itu dilakukan dengan menciptakan wayang Cepot yang bisa mangguk-mangguk, Buta muntah mie, Arjuna dengan alat panahnya, Bima dengan gadanya. Bbegitu pula dengan pakaian wayangnya yang terkesan mewah.

Materi dan ketenaran ia dapatkan dari hasil berjuang tanpa henti dengan menghadapi berbagai dinamika kehidupan yang sering kali tidak atau kurang menyenangkan. Sebelum suka datang, tentu duka menghampiri, bahkan seringkali suka dan duka menyatu dalam rentang panjang perjalanannya.

Orang tidak banyak tahu bahwa perjalanan dalam profesinya sebagai dalang demikian berliku. Tidak jarang di awal kariernya Asep sering mendapat cibiran dari sejumlah pihak.

Asep meninggal dunia pada usia 58 tahun, tepatnya 31 Maret 2014, karena menderita penyakit jantung. (@arif_rhakim)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.