Kamis, 24 Oktober 19

Golkar Terancam Jadi ‘Penyanyi Latar’ di Pilpres 2019

Golkar Terancam Jadi ‘Penyanyi Latar’ di Pilpres 2019
* Konferensi pers Golkar Setelah Airlangga Ketum yang diselenggarakan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) di kantor LSI, Jl Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (14/12/2017). (Foto: Purnomo/Obsessionnews.com.

Jakarta, Obsessionnews.com – Partai Golkar telah menggelar rapat pleno untuk menentukan siapa yang akan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) Golkar di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (13/12/2017).

Dari hasil rapat pleno tersebut Airlangga Hartarto terpilih menjadi Plt Ketum Golkar menggantikan Setya Novanto.

Namun Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 19-20 Desember 2017 direncanakan mengukuhkan Airlangga sebagai Ketum definitif.

Menurut hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA), kepemimpinan Arilangga Golkar akan menghadapi tiga ancaman dalam Pilpres 2019 mendatang.

Pertama, untuk pertama kalinya dalam sejarah, olkar terancam terlempar ke urutan ke-3 atau bahkan ke-4 urutan partai pemenang pemilu.

“Simulasi survei November 2017 memperlihatkan Golkar sudah urutan ketiga di bawah PDI-P dan Gerindra. Golkar hanya memperoleh 11.6%, tertinggal dari PDI-P 24.2% dan Gerindra 13%,” ujar Peneliti LSI Ardian Sopa di kantor LSI, Jl Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (14/12).

“Tren elektabilitas Golkar negatif, sehingga jika tren ini terus berlanjut, bukan hal yang mustahil Golkar bisa terlempar ke ururtan 4,” tambahnya.

Ancaman kedua, Golkar tidak melahirkan tokoh kaliber kelas berat. Lima calon presiden 2019 yang paling sering kuat dan populer, tak satupun tokoh Golkar.

“Jokowi, Prabowo, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono menjadi lima superstar politik nasional hari ini,” beber Ardian.

Lima teratas dukungan presiden saat ini, Jokowi 38.4%, Prabowo 24.6%, Gatot Nurmantyo 7.5%, Anies 4.9%, AHY 3.2%. Jokowi dari PDIP, Prabowo dari Gerindra, Gatot dan Anies bukan anggota partai, AHY dari demokrat.

Sebagai partai pemenang pemilu kedua dalam pemilu terakhir 2014, partai ini gagal melahirkan satu tokoh pun dalam lima capres teratas tersebut.

Ancaman ketiga, Golkar terancam hanya menjadi “penyanyai latar” untuk Pilpres 2019. Calon presiden bukan dari Golkar, bahkan calon  wakil presiden pun tak ada yang berasal dari Golkar.

Untuk calon wapres, lima teratas beragam latar belakang. Latar belakang militer ada Gatot Nurmantyo dan AHY. Latar belakang Gubernur ada Anies Baswedan. Latar belakang muslim ada TGB Zainul Madji dan Yusril Ihza Mahendra.

“Lima nama tersebut yang tertas dalam survei cawapres. Persentase bervariasi tergantung dari jumlah cawapres yang diuji,” jelasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.