Jumat, 27 Mei 22

Gerindra-Demokrat Resmi Koalisi, Sepakat Prabowo Capres

Gerindra-Demokrat Resmi Koalisi, Sepakat Prabowo Capres
* SBY dan Prabowo Subianto.

SBY Tidak Minta Jatah Cawapres

Jakarta, Obsessionnews.com – Setelah pertemuan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Prabowo Subianto di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra ini, Senin (30/7/2018), secara resmi menyatakan kedua partai tersebut secara resmi menyatakan berkoalisi dan bersepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) dalam Pilpres 2019.

“Kita sepakat laksanakan kerjasama politik yang tentunya terwujud dalam koalsi. Kami mengajak partai lain untuk koalisi kuat, guna memberi solusi dan harapan kepada rakyat,” ungkap Prabowo dalam jumpa pers di kediamannya bersama SBY, hari ini.

Prabowo juga membeberkan, bahwa SBY tidak menuntut suatu nama tertentu untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) nya. “Beliau (SBY) berkali-kali sampaikan menyerahkan sepenuhnya kepada saya, seandainya saya menjadi calon presiden dari koalisi ini,” tandas Pentolan Gerindra.

Semua pernyataan Prabowo ini pun dibenarkan SBY yang giliran berbicara. “Kami datang dengan satu keyakinan pak Prabowo adalah calon presiden kita. Dukungan saya kepada Jenderal Prabowo bukanlah dukungan untuk bagi-bagi kekuasaan. Tetapi ini dukungan untuk memperbaiki bangsa. Inshaa Allah, Bapak Prabowo menjadi Presiden pada 2019,” ujar SBY.

 

 

KPU telah menetapkan jadwal pendaftaran capres-cawapres untuk Pilpres 2019 adalah 4-10 Agustus 2018. Prabowo sepakat bahwa 10 hari ke depan ini, pihaknya akan mencermati dan meneliti dengan seksama lebih intensif untuk memilih cawapres pendampingnya. Sementara dikabarkan bahwa salah satu Cawapres Prabowo adalah Dr. Habib Salim Segaf Al-Jufri, Ketua Dewan Syariah PKS yang pernah menjadi Menteri Sosial RI.

Habib Salim lahir di Solo, 17 Juli 1954, bersekolah di SD Diponegoro, Solo, Jateng. Orang nomor satu di PKS ini menyelesaikan pendidikan S1 (1976), S2 (1980) dan S3 (1986) untuk bidang Syariah di Universitas Madinah, Arab Saudi. Habib Salim adalah cucu dari ulama besar Palu, Habib Said Idrus Al Jufri yang juga pendiri Yayasan Al Khairaat. Pernah menjadi Dubes RI untuk Arab Saudi dan Kesultanan Oman, Direktur Perwakilan WAMY (World Assembly of Muslim Youth) untuk Kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan juga Direktur Syariah Consulting Center.

 

 

Habib Salim pernah menjadi Dosen Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah, Dosen Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta, Dosen Fak Syari’ah LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab), Direktur Pusat Konsultasi Syariah Jakarta, Anggota Dewan Syariah Nasional (DSN), Anggota Badan Amil Zakat Nasional, Dewan Pengawas Syariah Bank DKI, dan Ketua Dewan Pertimbangan Baitul Maal Muamalat.

Orang terkaya di Palu, Sulawesi Selatan ini dikenal sebagai sosok yang sangat santun, jujur, lembut, rajin beribadah dan sangat bersahaja. Saat menjadi Menteri Sosial, ketika melakukan perjalanan ke daerah-daerah, Habib Salim lebih senang tidur menginap di rumah warga miskin ketimbang hotel mewah. Warga Gunungkidul dibuat salah tingkah, campur aduk antara bingung dan kagum. Usai meninjau program bedah rumah, seorang menteri tak kembali ke hotel yang telah disediakan, tapi justru menginap di rumah bersama warga. Kamar 2×3 beralaskan tikar seadanya itu menjadi saksi kesederhanaan sang menteri. (Red)

 

Dr Salim Segaf Aljufri PhD ketika jadi Menteri Sosial saat berkunjung ke daerah lebih sering memilih tinggal di rumah penduduk ketimbang di hotel mewah. (ist)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.