Minggu, 2 Oktober 22

Gawat! Tentara Rusia Kuasai Reaktor Nuklir Chernobyl

Gawat! Tentara Rusia Kuasai Reaktor Nuklir Chernobyl
* Bekas reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina utara. (AP/CNN)

Pasukan tentara Rusia telah menguasai fasilitas nuklir Chernobyl di Ukraina utara, salah satu tempat terjadinya bencana nuklir paling parah di dunia.

Mengutip CNN, pasukan militer Rusia menduduki situs nuklir tersebut pada hari pertama invasi, demikian keterangan Agensi Manajemen Zona Eksklusi yang merupakan lembaga resmi pemerintah Ukraina.

“Ketika saya masuk kantor pagi hari ini (di Kiev), ternyata manajemen (reaktor nuklir Chernobyl) telah pergi. Jadi tidak ada yang memberikan instruksi,” kata Yevgeniya Kuznetsovа, juru bicara badan tersebut.

Sebelumnya pada Kamis pagi, presiden Volodymyr Zelensky juga telah memperingatkan bahwa pasukan Rusia akan coba mengendalikan reaktor nuklir.

“Pendudukan militer Rusia akan berupaya mengambil alih Chernobyl. Pasukan keamanan kami mengorbankan nyawa agar tragedi 1986 tidak akan terulang,” kata Zelensky.

“Ini adalah deklarasi perang terhadap seluruh Eropa.”

Menteri Luar Negeri Ukraina juga menyatakan hal serupa, bahwa tidak boleh terulang bencana yang sama.

“Pada 1986, dunia melihat bencana teknologi paling besar di Chernobyl,” katanya. “Jika Rusia meneruskan perang ini, Chernobyl bisa terjadi lagi di 2022.”

Bencana Chernobyl terjadi pada 26 April 1986 ketika terjadi ledakan yang menghancurkan reaktor nomor empat di sana, menewaskan lebih dari 30 orang.

Bertahun-tahun setelahnya, masyarakat juga tewas karena radiasi sehingga pemerintah Ukraina mengevakuasi 135 ribu orang dari area tersebut.

Pemerintah juga menetapkan Zona Eksklusi denganr radius 30 km dari bekas reaktor.

Sarkofagus pelindung telah dipasang untuk menutup reaktor nomor empat agar radiasi tidak meluas, tapi saat ini kondisi pelindung memburuk sehingga terjadi kebocoran.

Mencekam! Rusia Tembak 160 Rudal ke Ukraina, Rebut Chernobyl
Rusia melakukan operasi militer ke Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan hal tersebut Kamis (24/2/2022) pagi hari waktu setempat.
Sejumlah kota dihujani ledakan, termasuk ibu kota Kyiv. Setidaknya dalam update media lokal dan UNHCR, 57 tewas termasuk 169 luka dan 100.000 orang telah mengungsi.

Terbaru, mengutip CNN International, Rusia disebut telah meluncurkan total l160 rudal ke Ukraina melalui serangan udara. Hal ini dikatakan pejabat senior pertahanan AS ke wartawan, mengutip CNN International.

“Sebagian besar rudal adalah rudal balistik jarak pendek,” katanya.

“Tetapi total serangan udara mencakup campuran rudal jarak menengah dan jelajah.”

Sementara mengutip Reuters, seorang penasihat presiden Ukraina mengatakan Rusia telah merebut bekas pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, sekitar 90 km (60 mil) utara ibukota. Ada juga pertempuran di bandara Hostomel, tepat di luar Kyiv, di mana pasukan terjun payung didaratkan.

Baku tembak hebat juga dilaporkan terjadi di wilayah Sumy dan Kharkiv di timur laut dan Kherson di selatan. Jalan raya menuju barat dari Kyiv tersendat karena penduduk panik yang hendak melarikan diri.

Serangan Rusia merupakan invasi terbesar di Eropa sejak Perang Dunia 2. Upaya diplomatik berminggu-minggu oleh pemimpin Barat disebut telah gagal. (CNN/CNBC/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.