Senin, 18 November 19

Ganjar Pranowo Sang Reformator

Ganjar Pranowo  Sang Reformator
* Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (berbaju putih) akrab dengan masyarakat. (Foto-foto: Yusuf Isyrin Hanggara/obsessionnews.com)

Semarang, Obsessionnews – Politikus cerdas asal Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), ini sempat diremehkan ketika mencalonkan sebagai Gubernur Jateng tahun 2013 . Tanpa modal yang berlebih, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mampu menang telak melawan gubernur incumbent atau petahana Bibit Waluyo.

Adalah Ganjar Pranowo, pria lulusan dari Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pemangku jabatan tertinggi di Jateng. Bukan tanpa halangan seorang Ganjar mampu menduduki kursi Gubernur Jateng. Lelaki kelahiran 28 Oktober 1968 ini memulai kariernya di bidang politik di tahun 1992.

Waktu itu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang merupakan embrio dari PDIP dimasukinya guna melakukan perlawanan terhadap rezim Orde Baru. Hasrat politiknya memang begitu membara. Bahkan sejak mahasiswa ia dikenal aktif mengikuti berbagai organisasi kampus, mulai dari Mapala Fakultas Hukum UGM Majestic-55, sampai Majalah Mahasiswa Mahkamah KAGAMA (Keluarga Alumni Gadjah Mada) dijalaninya untuk melatih kemampuannya berorganisasi dan kepepimpinan.

Ganjar Pranowo mengunjungi  Puskesmas Wiradesa, , Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan
Ganjar Pranowo mengunjungi Puskesmas Wiradesa, , Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan

Tahun 1996 PDI dilanda konflik internal antara pendukung Soerjadi dan Megawati Soekarnoputeri sebagai representasi trah Bung Karno. Tahun 1996 menjadi tonggak perubahan yang diinginkan masyarakat kelas bawah melalui figur Megawatii. Ganjar ikut mendukung Megawati. Slogan pro Mega (Promeg) dipakainya, bahkan sempat membuat Ganjar remaja bersitegang dengan orang tua. Maklum saja, ayah Ganjar adalah seorang polisi, sedangkan kakaknya seorang hakim, yang oleh Orba semua pejabat publik dilarang berpolitik dan harus mendukung Golkar sepenuhnya.

Setelah tumbangnya Orde Baru, Ganjar disarankan mendaftar sebagai caleg pada Pemilu 1999, tetapi dia menolak dan memilih berkeluarga dan mengurus bisnis di PT Prastawana Karya Samitra dan PT Semeru Realindo.

Tahun 2004 Ganjar memasuki kembali catur politik. Pada Pemilu 2004 Ganjar diusung PDIP menjadi calon anggota DPR untuk daerah pemilihan 7 Jateng. Keberuntungan berpihak kepadanya. Walaupun secara normatif dia belum terpilih, calon legislatif di atasnya ditunjuk menjadi duta besar, otomatis kursi DPR RI diraihnya. Saat itu Ganjar menduduki Komis IV yang membidangi kehutanan, pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan dan pangan.

Wawasan yang luas membuat Ganjar terpilih kembali pada tahun 2009 dari daerah pemilihan Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Penggemar batik tersebut kali ini menduduki jabatan Wakil Komisi II yang menangani politik dalam negeri dan pertanahan. Status prestise disandangnya ketika  ditunjuk sebagai panitia angket kasus Bank Century.

Karier politiknya kian cemerlang. DPP PDIP terkesan dengan kiprah Ganjar dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi dan pembenahan birokrasi. Tak ayal hal itu membuat Ganjar diajukan sebagai calon Gubernur Jateng bersama Bupati Purbalingga Heru Sudjatmiko. Berbekal modal hampir Rp 10 miliar, kader banteng merah itu membuat tercengang berbagai kalangan. Ia terpilih menjadi Gubernur Jateng periode 2013-2018. Tentu saja mengingat kompetitornya adalah Bibit Waluyo, Gubernur Jateng sebelum Ganjar. Belum lagi survei partai menunjukkan elektabilitas Ganjar sebelum pilkada hanya 7% di Jateng. Mesin partai di kandang banteng memang menunjukkan tanduknya di pilkada tersebut.

Slogan ‘Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi‘ terbukti menjadi senjata ampuh bagi Ganjar dengan meraup hasil kemenangan sebesar 48,82%. Sosok yang masih tampak muda walaupun sudah berambut putih ini dipercaya oleh masyarakat Jateng untuk melakukan perubahan. Bahkan sang Ketua Umum PDIP Megawati sempat   mengancam Ganjar apabila tidak memperhatikan kondisi para petani di ruang lingkup kepemimpinannya. ‘Agenda 18’ dicanangkan Ganjar yang secara garis besar berupa prioritas pembangunan dan pembenahan birokrasi.

Pembenahan Birokrasi dan Kedekatan Masyarakat
Selama memimpin Jateng sosok bertubuh tinggi ini berulang kali diterpa cobaan. Masih teringat di benak masyarakat tentang longsor yang menewaskan puluhan warga Dusun Jemblungan, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Desember 2014. Usai menghadiri sebuah acara di Kota Semarang, Ganjar langsung menuju ke Lapangan Udara Markas TNI-AD Ahmad Yani dan minta diantarkan ke lokasi longsor di Banjarnegara.

Ganjar Pranowo membuka diri berdialog dengan pengunjuk rasa.
Ganjar Pranowo membuka diri berdialog dengan pengunjuk rasa.

Dalam hitungan menit Ganjar sampai di Dusun Jemblungan. Memakai seragam BNPB, berkaos oranye dan rompi BNPB, Ganjar langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak agar warga yang selamat segera dievakuasi, sekaligus meninjau apakah musibah ini masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) atau tidak.

Tidak hanya ketika peristiwa tertentu saja, dia juga rajin blusukan ke daerah-daerah. Sebut saja di Kota Semarang, seringkali dia terlihat berseliweran di pedestrisan. Kerendahan hati Ganjar sangat lekat di masyarakat Jateng.
Sebelum menjadi ‘pelayan rakyat’ nomor satu, Ganjar kerap kali diundang sebagai narasumber. Ini sebagai sebuah bukti ilmu, kepiawaian, dan sosoknya sangat dikenal. Figur pemimpin santun namun tegas dapat ditemui ketika ia berubah menjadi ‘detektif’ dadakan.

Ambillah contoh ketika kasus pungutan liar (pungli) di jembatan timbang Alas Roban, Kabupaten Batang. Saat itu Ganjar melewati jalan pantura dan secara tiba-tiba menginginkan berhenti di jembatang timbang Alas Roban. Dia mengikuti salah satu sopir truk yang memasuki kantor. Apa lacur, dengan kepala mata sendiri Ganjar membongkar praktik pungli oleh petugas dinas perhubungan di tempat. Alhasil Ganjar berang dan menggebrak meja,membuat seluruh pegawai yang dibiayai oleh rakyat tersebut bungkam.

Selama ini wajib bagi pengendara truk membayar denda bilamana muatan truk melebihi batas ketentuan. Oknum petugas di jembatan timbang itu meloloskan pelanggar yang memberikan uang sawer jika melebihi tonase. Kisaran suap jauh dari denda asli, yaitu hanya Rp 10.000 – Rp 20.000. Sedangkan denda menurut aturan sebesar Rp 50.000.

Sepak terjang Ganjar dalam pemberantasan korupsi juga terasa di awal kepemimpinannya. Tercatat pada Oktober 2013, beberapa saat setelah dilantik, Ganjar naik pitam dan mengobrak-abrik jajaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jateng. Penggemar Led Zeppelin tersebut menelisik kinerja Desk Pengaduan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Di situlah terbongkar ketidaksiapan PNS ketika melayani masyarakat.

Dari segi infrastruktur Ganjar menganggarkan Rp 2,572 triliun karena pembangunan infrastruktur membutuhkan dana besar. Kemantapan jalan provinsi di Jateng mencapai 86,57% dari 1.390,57 km di tahun 2014. Belum lagi kucuran dana bagi desa tertinggal melalui Undang-Undang Pemerintahan Desa.

Di bidang kesehatan tak lewat dari sorotan Ganjar Pranowo. Mulai tanggap kasus Ebola hingga hal yang sering dilupakan orang, tentang ibu hamil terus diawasi olehnya. Pada Februari 2015 Ganjar meninjau berbagai Puskemas di Jateng. Tidak malu-malu, ia bahkan memasuki tiap kamar pasien dan mengajak para ibu hamil untuk terus memeriksakan kondisi kehamilannya. Ketika mengunjungi salah satu puskesmas di Kabupaten Pekalongan, ia mempertanyakan kasus kematian ibu hamil yang selalu tinggi padahal zaman semakin canggih.

Teknologi memang menjadi andalan Ganjar. Melalu twitter ia selalu aktif menyapa warga dan mendengar keluh-kesah mereka. Tidak hanya itu, warga juga dengan mudah melaporkan berbagai kekurangan di wilayah mereka sendiri. Ganjar seringkali langsung menginstruksikan dinas terkait untuk segera mengatasi permasalahan dari masyarakat Jateng melalui akun @ganjarpranowo.

Menyabet Berbagai Penghargaan
Banyak pihak mengapresiasi kinerjanya. Bisa dilihat berbagai penghargaan diraihnya selama menjabat sebagai Gubernur Jateng. Dari hal kecil seperti mendorong kegiatan talk show-talk show bagi radio di Jateng. Ganjar dianggap aktif dan akomodatif dalam memberikan informasi terkait pembangunan di Jateng. Tak pelak ia pun memperoleh penghargaan Anugerah Tokoh Media Radio dari Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).

Penghargaan elit di kancah nasional juga disabetnya. Mulai dari Anugerah Pataka Paramadhana Utama Nugraha Koperasi sebagai provinsi penggerak koperasi terbaik. Hingga penghargaan Obsession Awards 2015 sebagai Best Bureaucratic Reformer Governor yang diselenggarakan oleh Obsession Media Group . Dia memang dilihat sebagai reformator (pengubah), penggebrak birokrasi kotor. Bahkan idealisme tinggi yang ia bawa sampai-sampai ingin mengubah budaya memberi amplop dari pejabat ke kalangan wartawan.

Berkat kesigapannya mengatasi bencana di Banjarnegara, Ganjar Pranowo diberi penghargaan Adi Tangguh yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ganjar memimpikan daerah-daerah di Jateng mampu saling bekerja sama dalam menanggulangi bencana.

Namun bukan Ganjar namanya jika ia tidak rendah hati. Ketika ditanya oleh wartawan berulang-ulang mengenai penghargaan yang diterimanya, Ganjar selalu menjawab penghargaan itu baik jika rakyat menilai baik.

Kesederhanaan dan kesantunan Ganjar Pranowo layak ditiru pemimpin-pemimpin di bumi Nusantara. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.