Minggu, 3 Maret 24

Ganjar Pranowo Berkomitmen Majukan Industri Ekraf dan Sarankan Anggaran dalam APBN Perlu Dinaikkan

Ganjar Pranowo Berkomitmen Majukan Industri Ekraf dan Sarankan Anggaran dalam APBN Perlu Dinaikkan
* Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara “Road to IdeaFes 2023” di Jakarta (31/8/2023). (Foto: Dok. IdeaFes 2023)

Obsessionnews.com – Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk industri kreatif saat ini masih sekitar Rp3,6 triliun atau 0,16 persen dari total nilai APBN. Jumlah tersebut bila dinominalkan dalam bentuk rupiah, yakni Rp3,6 triliun. Industri ekonomi kreatif di Tanah Air sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah dari sisi pembiayaan.

 

Baca juga:

Keren! Menteri Basuki Tabuh Drum, Capres Ganjar Nyanyi di PORNAS KORPRI

PDIP dan Ganjar Komitmen Lanjutkan Program Pemerintahan Jokowi

 

 

“Porsi APBN untuk ekonomi kreatif atau ekraf sangat mungkin sekali bisa ditingkatkan, demi mendukung pengembangan pelaku dan industri ekraf nasional.Terutama untuk mendanai penyelenggaraan acara-acara berskala nasional, misalnya festival-festival musik atau kebudayaan. Diperlukan anggaran untuk bisa membuka ruang festival, agar industri kreatif kita bisa muncul,” ungkap bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara “Road to IdeaFes 2023” di Jakarta , Kamis (31/8/2023).

 

 

Industri kreatif luar negeri seperti, BTS, Blackpink, atau Marvel Studios bisa menyumbang triliunan pada negara. Menurutnya, Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama, apabila mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk negara.

Ia berpendapat produk industri kreatif Indonesia mulai dari film AADC, Dilan, hingga festival musik Djakarta Warehouse Project terbukti bisa laku keras. Ada pula musisi asal Indonesia yang belakangan populer di luar negeri antara lain adalah Putri Aryani, Rich Brian, dan NIKI.

Ganjar menyarankan empat solusi untuk memperkuat industri kreatif di Indonesia. Pertama, pemerintah maupun masyarakat mesti lebih menghargai karya para seniman dengan meningkatkan edukasi dan kesadaran mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Masyarakat perlu diedukasi untuk membayar royalti, ketika menggunakan karya orang lain dan sampai kapan pun pelaku industri kreatif akan terus berkreasi. Saya ingin melihat generasi muda Indonesia mampu mengembangkan bakat mereka secara optimal, sambil karya-karya mereka dilindungi secara adil, karena dapat mendukung pertumbuhan ekonomi negara,” ujar Gubernur Jawa Tengah ini.

Kedua, memberikan kemudahan dalam hal perizinan, mengingat permintaan izin ini tidak mudah didapatkan.

Lalu ketiga adalah membuat program talent scouting atau pencarian bakat anak-anak kreatif. Mengingat cukup banyak anak-anak yang kreatif, namun sayangnya belum ada program terkait untuk mereka.

“Perlu dibuat berbagai peluang, agar mereka jadi mendunia dan ini bisa dilakukan lewat kolaborasi. Kita bisa menyekolahkan anak-anak berbakat ke luar negeri atau mengundang guru ke dalam dan juga bisa menaikkan mereka yang sudah berhasil menjadi sangat profesional,” ujar Ganjar.

Terakhir ia menyarankan untuk membuat program yang dapat menjadikan para seniman, seperti halnya diplomat dan salah satu tugasnya menjadi duta memperkenalkan industri ekonomi kreatif Indonesia ke masyarakat dunia.

“Banyak seniman kita yang hebat sudah berkelas dunia, kenapa kita tidak memanfaatkan hal tersebut. Mereka bisa menjadi brand, tidak hanya untuk dirinya, tapi kalau kita tarik untuk negara, kita bisa berkolaborasi menyampaikan pesan tentang Indonesia keluar negeri,” tambah suami Siti Atiqoh Supriyanti ini dengan nada bersemangat.

Dalam kesempatan ini Ganjar pun tak hanya menyampaikan komitmennya mengembangkan Industri Ekraf, tapi juga siap berkolaborasi dengan para pelaku kreatif. (Elly Simanjuntak) 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.