Jumat, 9 Desember 22

Ganggu Citra Perusahaan, Basuki: Kami Geregetan dengan Pelaku Penipuan Lelang Online Pegadaian

Ganggu Citra Perusahaan, Basuki: Kami Geregetan dengan Pelaku Penipuan Lelang Online Pegadaian
* Acara Media Gathering Pegadaian yang digelar secara virtual. (Foto: tangkapan layar)

Jakarta, obsessionnews.com – Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian Basuki Tri Andayani mengaku geregetan dengan pelaku penipuan lelang online dengan menggunakan nama Pegadaian atau Pegadaian Syariah.

“Benar-benar geregetan terhadap tindakan ini. Karena selain mengganggu citra perusahaan juga merugikan masyarakat secara ekonomi,” ujarnya saat Media Gathering, pada Selasa (24/8/2021).

Dia menjelaskan, perilaku penipuan lelang online menggunakan berbagai sarana, mulai dari layanan SMS, Facebook, Whatsapp, Instagram, hingga Telegram.

“Pelaku penipuan mengirimkan link penipuan dalam setiap aksinya dengan bit.ly atau API.Whatsapp.com,” ucapmya.

Menurut Basuki, tawaran lelang online sangat tidak masuk akal, seperti harganya murah dan tidak masuk akal. “Bayangkan logam mulia yang saat ini berkisar Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta, mereka hanya tawarkan Rp 500 ribu, ini kan sudah tidak masuk akal kalau kita bijak,” ungkapnya.

Dia menegaskan, Pegadaian atau Pegadaian Syariah tidak pernah memiliki layanan lelang online. Untuk menangani permasalah itu, perusahaan juga telah bekerja sama dengan kepolisian, Facebook, dan Kemenkominfo terkait pencegahan dan penindakan terhadap para pelaku penipuan lelang online.

“Hingga saat ini Pegadaian telah berhasil melakukan takedown 3.208 link penipuan lelang online mulai dari Website, Marketplace, Mobile Apps, Social Media, Whatsapp, dan Telegram,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mengaku pihaknya tidak main-main dalam memerangi penipuan lelang online.

“Pesan kami untuk masyarakat, teliti sebelum transaksi. Orang pintar tidak sembarangan main transfer,” pungkas Basuki. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.