Sabtu, 26 September 20

Fadli Zon Raih Anugerah “Best Achiever in Legislator”

Fadli Zon Raih Anugerah “Best Achiever in Legislator”
* Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kiri), Ketua MPR Zulkifli Hasan (tengah), dan Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Sutanto/Obsession Media Group).

Eksistensinya sebagai politisi tak lahir begitu saja. Ia merangkak dari bawah. Bukan asal jadi dan berkecimpung secara tiba-tiba. Dia juga bukan pengusaha yang ‘nyambi’ sebagai politisi demi kepentingan pribadi. Tidak sama sekali. Karena identitasnya sebagai politisi karier itulah yang membuat pria kelahiran 1 Juni 1971 ini tak punya ‘conflick of interest’ ketika berjuang sebagai wakil rakyat.

Nothing to lose, begitulah Wakil Ketua DPR RI  ini menjalankan kiprahnya sebagai wakil rakyat. Integritas dan keteguhannya melawan korupsi diakui dunia dengan menobatkannya sebagai Chairman of Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) atau Presiden Organisasi Parlemen Antikorupsi Sedunia.

Nama Fadli Zon identik dengan sosok politisi yang berani melawan arus, dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak membumi alias tak merakyat. Perannya sebagai anggota parlemen yang antara lain melakukan pengawasan, benar-benar ia jalankan tanpa pretensi.

Putera pertama dari tiga bersaudara pasangan Zon Harjo dan Ellyda Yatim, ini sudah memperlihatkan kecerdasannya jauh sejak masih remaja. Beasiswa dari AFS (American Field Service) ke San Antonio, Texas, Amerika Serikat ia lakoni selepas SMA dan hebatnya lagi dia lulus dengan predikat summa cum laude. Sejak menjadi mahasiswa  program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (FIB UI) Fadli sudah aktif di berbagai organisasi, baik intra maupun ekstra kampus dan ia juga terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I Universitas Indonesia dan Mahasiswa Berprestasi III tingkat Nasional sehingga didaulat memimpin delegasi mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Varsities Debate IV (1994) di Malaysia.

Alumnus London School of Economics and Political Science (LSE) di bawah bimbingan John Harriss dan Robert Wade ini juga pernah menjadi Sekjen dan Presiden Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS) pada 1993-1995, pengurus pusat KNPI (1996-1999), pengurus pusat Gerakan Pemuda Islam (1996-1999), dan anggota Asian Conference on Religion and Peace (ACRP) sejak 1996.

Sebagai ahli studi pembangunan, Fadli Zon sering diundang sebagai pengajar tamu di Universitas Indonesia untuk program S1 dan S2 mata kuliah Ekonomi Politik dan International Development sejak 2005.Ia juga beberapa kali membimbing skripsi mahasiswa antara lain tentang pemikiran Joseph E. Stiglitz. Selain itu, ia juga sering tampil sebagai pembicara dalam diskusi, seminar, konferensi dan training-training mahasiswa.

Tanggal 2 Oktober 2014 adalah momentum yang tak dapat dilupakan bagi Fadli, karena di tanggal itulah dia diangkat sebagai wakil ketua DPR  pasca pelantikan dan sumpah jabatan 555 Anggota DPR periode 2014-2019 di ruang paripurna Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, MPR RI.

Dalam perjalanannya selama menjadi wakil rakyat, ia selalu responsif terhadap persoalan yang dihadapi rakyat. Bahkan kalau memang harus turun ke jalan, ia tak canggung untuk turun ke jalan bersama masyarakat guna memperjuangkan keadilan dan hak-hak rakyat. Kerap juga ia mengirimkan surat terbuka kepada Presiden RI jika merasa perlu untuk melakukannya dan itu sudah ia buktikan.

Namun demikian, ia bisa menempatkan posisinya ketika menjadi politisi yang beroposisi dengan keberadaannya sebagai pribadi. Ia bisa bersikap keras terhadap kebijakan pemerintah, misalnya tapi secara personal ia menjadi sahabat diskusi yang baik bagi lawan politiknya.  Pesan Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto adalah menjadi pegangannya dalam berpolitik yakni meski  berada di luar pemerintahan, bukan berarti tidak mendukung pemerintah. ”Demi kepentingan negara dan stabilitas, kita juga mendukung pemerintah Indonesia,” kata Fadli, kepada wartawan.

Bersama Gerindra, ia terus memberi ruang kritik agar menyampaikan masukan ke pemerintah, demi mengawasi program -program yang harus direalisasikan. Ia menjelaskan, berada di luar pemerintahan juga menjadi opsi yang baik. Sebab, dirinya khawatir jika semua berada di dalam pemerintahan.

Mantan Direktur Eksekutif Center for Policy and Development Studies (CPDS) dalam aktivitas politiknya pernah  ikut mendirikan Partai Bulan Bintang (PBB) dan menjadi salah satu Ketua hingga 2001  dan ikut membidani kelahiran Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) dan duduk sebagai Wakil Ketua Umum sejak 2008 dan Ketua Badan Komunikasi Partai GERINDRA (sejak 2010).

Kepeduliannya terhadap petani membuat ia didaulat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2010-2015, sebelumnya Ketua DPN HKTI (2004-2010).

Dalam jejaring internasional ia pun aktif dalam beberapa forum dunia semisal  anggota Delegasi RI dalam Konferensi tingkat Menteri VI, World Trade Organization (WTO), Hongkong (13-18 Desember 2005).

Tak hanya politik dan organisasi sosial yang menjadi  concern nya tapi juga bidang seni budaya. Penggiat kebudayaan sejak masih remaja, ini sudah memilki jam terbang yang cukup tinggi dalam melakukan aktivitas kebudayaannya. Pemilik  “Fadli Zon Librray” di Jakarta Pusat, ini juga menggagas berdirinya “Rumah Budaya” di Aie Angek, Tanah Datar, Sumatera Barat, dan menjadi Ketua Lingkaran Keris Indonesia (Indonesia Keris Circle) yang bertujuan memajukan keris nusantara. Tak heran kalau Fadli bersama Idris Sardi (maestro biola Indonesia), pelukis Hardi dan EZ Halim (pecinta dan pemerhati seni), dianugerahi Gelar Kanjeng Pangeran. Fadli mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Aryo Kusumo Yudho yang diparingkan oleh Sinuhun Pakubuwono XIII Tedjowulan dari Keraton Surakarta Hadiningrat.

“Bagi saya, penganugerahan gelar Kanjeng Pangeran ini merupakan suatu kehormatan yang luar biasa,” komentarnya seusai menerima gelar. Ya, gelar itu mengingatkan dirinya untuk tetap tak lupa pada tradisi, dan membuat saya terus mengingat jati diri diri bangsa.

Berbagai kiprahnya tersebut mengantarkan Fadli meraih anugerah “Best Achiever in Legislator” dalam ajang Obsession Awards 2017 di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/3/2017). Selain Fadli yang juga mendapat penghargaan tersebut adalah Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, anggota Fraksi PKS DPR Zulkieflimansyah, dan anggota DPD RI M. Asri Anas. (Sahrudi)

Baca Juga:

Obsession Awards 2017 Dibanjiri Para Tokoh

Saut Situmorang Mainkan Saxophone di Acara Obsession Award 2017

Penerima Obsession Awards dan Women’s Obsession Awards 2017

HM Jusuf Kalla Penerima Lifetime Achievement Award 2017

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.