Minggu, 19 Januari 20

Event Ini Bisa Tingkatkan Kunjungan Wisman ke Indonesia

Event Ini Bisa Tingkatkan Kunjungan Wisman ke Indonesia
* Acara Batam International Culture Carnival 2019 di Nuvasa Bay-Nongsa Pura Fery Terminal, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). (Foto: Dok Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Batam International Culture Carnival 2019 yang digelar pada 7-8 Desember 2019 di Nuvasa Bay-Nongsa Pura Fery Terminal, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) dapat memikat wisatawan, baik wisatawan lokal maupun asing.

Setidaknya ada beberapa budaya daerah Indonesia ditampil dalam karnaval tersebut, yakni Jambi, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Dalam karnaval itu, para peserta menampilkan beragam atraksi budaya. Seperti peserta asal Bali yang memamerkan tarian khasnya. Sementara Jakarta menghadirkan boneka raksasa oleh Ondel-Ondel.

Yang tidak kalah memikat adalah peserta Jawa Barat yang menampilkan Tari Jaipong. Tari pergaulan tradisional Tatar Sunda ini menggabungkan beragam elemen seni tradisi. Sebut saja Pencak Silat, Wayang Golek, Topeng Banjet, Ketuk Tilu, dan yang lainnya. Untuk kekayaan budaya Jawa Tengah diwakili Tari Topeng Ireng.

Kegiatan event ini diikuti 60 Miss Republic International dari Asia, Eropa, dan Afrika. Ada juga 25 International World Agent dan 100 peserta dari Hare Khrisna. Sementara peserta domestik antara lain Finalis Manhunt Indonesia, Kids Carnival, Landmark of Kepri, Ethnic of Kepri, Flora and Fauna Kepri, Oceanna, juga Pengantin Nusantara (Foperba).

Dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang diterima obsessionnews.com pada Rabu (11/12/2019) Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar secara khusus memberi apresiasi atas penampilan seni dan budaya dari berbagai daerah di tanah air. Menurutnya, seni dan budaya yang ditampilkan menambah warna-warni Batam International Culture Carnival 2019.

“Kami yakin beragam tarian yang ditampilkan akan menggerakan wisman (wisatawan mancanegara) untuk datang langsung ke tiap daerah di tanah air,” Buralimar.

Event ini semakin seru dengan tampilnya Reog Ponorogo, dari Jawa Timur. Sementara peserta asal Jambi menyajikan Tari Lukah Gilo dari Kabupaten Tebo. Batam International Culture Carnival 2019 semakin lengkap dengan Kesenian Buton Selatan yang menjadi daya tarik destinasi Sulawesi Tenggara. Adapun Sulawesi Selatan menampilkan Kesenian Bugis.

Selain karnaval budaya ada pula berbagai macam seperti seminar yang diikuti akademisi, sanggar seni se-Kota Batam, hingga Batam Tourism Promotion Board. Ada juga dari paguyuban, asosiasi pariwisata, DPD Tiara Kusuma Kepri, dan media.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Calendar of Events Kemenparekraf Esthy Reko Astuty menambahkan, Batam International Culture Carnival 2019 memiliki keberagaman luar biasa. Semua suku bangsa ikut bergabung dalam ajang tersebut. Beberapa daerah di Indonesia juga berparade di dalamnya. Respon luar biasa ini tentu jadi tantangan ke depan.

“Batam harus selalu menunjukan perbedaan dan kekhasannya dari banyak karnaval di nusantara,” ucapnya.

Selian itu, Karnaval Batam International Culture Festival 2019 juga diisi show seni dan budaya, Marching Band, Paskibraka, hingga Tari Persembahan. Disajikan juga warna warni budaya Melayu, seperti Kompang, Bunga Manggar, dan Tari Kreasi Melayu. Bersama kostum megah, beragam sajian budaya ini pun menjadi sasaran utama mata kamera para wisatawan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.