Sabtu, 23 Februari 19

Eni Saragih: Uang Rp 2 M untuk Munaslub Golkar Atas Persetujuan Sarmuji

Eni Saragih: Uang Rp 2 M untuk Munaslub Golkar Atas Persetujuan Sarmuji
* Eni Saragih menjalani persidangan kasus suap PLTU Riu I. (Foto Bisnis.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih kembali menegaskan dirinya pernah memberikan uang Rp2 miliar untuk kegiatan Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub Partai Golkar. Uang itu diduga kuat bagian dari suap proyek PLTU Riau-1

Uang Rp2 miliar itu Eni setorkan atas persetujuan Wakil Sekretaris Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar Sarmuji. Eni menjabat Bendahara Umum Panitia Munaslub Golkar.

 

Baca juga:

Uang Suap Anggota DPR dari Golkar Eni untuk Ongkos Politik?

Harta Kekayaan Eni Capai Rp 7 Miliar Lebih

Tangkap Eni Saragih Cs, KPK Amankan Uang Rp 500 Juta Sebagai Barang Bukti

 

Ia berdalih yang mengatur pengeluaran uang untuk segala keperluan Munaslub. Menurutnya, uang untuk Munaslub Golkar dapat dicairkan bila telah disetujui Sarmuji.

“Uang memang tak diterima Pak Sarmuji, tapi persetujuan oleh Pak Sarmuji, karena saya belibet (repot), karena pengeluaran banyak. Kan tidak mau pengeluaran itu membengkak, jadi setiap pengeluaran saya mau asal di-acc (disetujui) Pak Sarmuji,” kata Eni waktu menjalani pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Setiap anggota panitia Munaslub Golkar, kata dia, harus menyerahkan bukti pengeluarannya. Dia masih menyimpan sejumlah kuitansi pengeluaran panitia Munaslub Golkar yang diduga hasil dari suap proyek PLTU Riau-1. Bukti-bukti itu telah disita KPK.

“Saya pernah sampaikan di proses penyidikan; waktu itu rumah saya pernah digeledah (KPK), ada kuitansi-kuitansi bahwa ini memang uang untuk Munaslub Golkar,” ujar Eni.

Sarmuji sudah mengembalikan uang suap dari Eni Saragih yang untuk kepentingan Munaslub Golkar senilai Rp712 juta ke KPK.

 

Baca juga:

Idrus Marham Yakin Tak Terima Suap Proyek PLTU Riau-1

Johannes, Tersangka Kasus Suap PLTU Riau-1 Siap Kerja Sama dengan Penegak Hukum

KPK Sebut Ada Pengurus Golkar Kembalikan Uang Proyek PLTU Riau-1

KPK Siap Buktikan Dana PLTU Riau-1 Mengalir ke Munaslub Golkar

Airlangga Bantah Suap PLTU Riau-1 Masuk ke Golkar

 

Menurut Eni, uang Rp 712 juta itu adalah bagian dari Rp2 miliar yang pernah disetorkan untuk Munaslub Golkar. Uang digunakan untuk kepentingan operasional panitia pengarah Munaslub Golkar.

“Uang Rp700 juta untuk keperluan SC. Saya sampaikan, ada untuk keperluan pra Munaslub, Munaslub, dan untuk keperluan kegiatan yang lainnya. Nah, keperluan SC itulah yang Rp700 Juta,” ujarnya.

Eni Maulani Saragih didakwa menerima suap Rp4,7 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

Menurut jaksa, uang itu diberikan dengan maksud agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Proyek itu akan dikerjakan PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources, dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Kotjo meminta bantuan Ketua DPR Setya Novanto agar dapat dipertemukan dengan Sofyan Basir. Novanto lantas mempertemukan Kotjo dengan Eni, yang bertugas di Komisi VII DPR, komisi membidangi energi.

Eni beberapa kali mengadakan pertemuan dengan Kotjo dan pihak-pihak terkait, termasuk Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Hal itu dilakukan Eni untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU Riau-1. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.