Empat Tahun Mangkrak, Pembangunan PLTU Jalan Lagi

Empat Tahun Mangkrak, Pembangunan PLTU Jalan Lagi
Batang, Obsessionnews - Setelah kurang lebih 4 tahun mangkrak, mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, kini resmi di-groundbreaking Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Jum'at (28/8/2015). "Proyek ini sudah tertunda selama 4 tahun. Oleh sebab itu saya kemarin memberi target ke menteri, supaya 6 bulan sejak dilantik harus selesai," kata Jokowi dalam sambutannya di acara Construction Kick Off PLTU Batang Jawa Tengah 2x1.000 MW dan Peresmian Program Elektrifikasi 50 Lokasi di Pulau Terdepan dan Daerah Perbatasan, di Kabupaten Batang. Jokowi tidak ingin lagi proyek yang menelan biaya Rp 40 triliun lebih ini berhenti. Pihaknya bakal terus memantau perkembangan PLTU. Seperti diketahui, proyek PLTU sempat mandek karena masalah pembebasan lahan yang berlarut-larut. "Saya kejar terus, proyek ini harus berjalan, 4 tahun tertunda, saya kejar 6 bulan dan ternyata bisa jalan," ungkapnya. Ia memberi target pengerjaan selesai 50 bulan usai Groundbreaking atau pada tahun 2018. Target tersebut tidaklah mudah, sebab waktu yang diperlukan untuk membangun PLTU kapasitas dibawah 50 MW diperlukan 5 tahun pengerjaan. "Kan mereka (investor) janjinya 2018. Saya akan tagih janjinya," tegas dia. Proyek PLTU dikerjakan oleh PT Bimasena Power Indonesia (BPI) yang mana konsorsium dari perusahaan J-Power, Itochu dan‎ Adaro. Politisi PDI-P itu menegaskan, PLTU Batang tidak hanya akan menggerakkan industri besar saja, namun juga industri kecil dan rakyat Indonesia. Terlebih listrik dari PLTU ini akan masuk dalam jaringan listrik Jawa-Bali. "Listrik itu juga mendukung anak-anak kita belajar di malam hari, membantu industri kecil-kecilan, nelayan kita bisa menghidupkan freezer (mesin pendingin)," tutup Jokowi. Meski begitu, penolakan masih banyak terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Penolakan paling menonjol ditunjukkan organisasi internasional, Greenpeace yang terus menekankan penggunaan batu bara oleh PLTU akan membahayakan kondisi lingkungan. (Yusuf IH)