Kamis, 22 Agustus 19

Eksekusi Mati ‘Bali Nine’ Tak Pengaruhi Sektor Pariwisata

Eksekusi Mati ‘Bali Nine’ Tak Pengaruhi Sektor Pariwisata

Bogor, Obsessionnews – Hubungan Indonesia – Australia sedang tidak harmonis terkait rencana eksekusi terhadap dua warga negara Australia yang divonis mati kasus narkotika. Namun Menteri Pariwisata Arif Yahya menegaskan situasi tersebut tidak akan mempengaruhi sektor pariwisata di Indonesia.

“Kalau pariwisata itu basisnya adalah people to people, bukan government to government. Sehingga diharapkan kalau ada orang tua berantem, anaknya masih main bersama,” ujar Yahya di Istana Bogor, Senin (16/2/2015).

Arif mengaku wisatawan Australia yang masuk ke Indonesia sudah tembus 1 juta orang pertahun. Karena tidak khawatir dengan ancaman Australia maka tahun ini pemerintah menargetkan angka wisman dari negeri Kanguru itu bisa bertambah menjadi 1,2 juta orang.

“20 persen kalau dari total 10 persen atau sekitar 9,4 juta,” tutur dia.

‎Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua warga Australia yang telah divonis mati sejak 2006, akan menghadapi eksekusi mati di hadapan regu tembak karena merupakan pemimpin kelompok yang disebut Bali Nine, kelompok perdagangan narkotika dari Bali ke Australia.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott, berjanji akan terus berupaya ‎untuk menyelamatkan dua warga negaranya itu dari hukuman mati. Dia akan melakukan berbagai cara memanfaatkan semua celah agar eksekusi tidak dilakukan.

Chan (31 tahun) dan Sukumaran (33) baru saja ditolak grasinya oleh Presiden Jokowi. Sejauh ini, belum ada tanggal yang telah diumumkan untuk eksekusi mereka. Namun, sejumlah perwakilan negara sahabat yang warganya ada dalam daftar hukuman mati di Indonesia telah diundang ke Kementerian Luar Negeri. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.